Ketum AAJI di TADEA 2026: Sebagai Wajah Industri Asuransi Jiwa, Agen Harus Jaga Integritas
Poin Penting
|
SURABAYA, Investortrust.id — Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo memberikan wejangan penting bagi para agen asuransi jiwa nasional. Ia menegaskan bahwa para tenaga pemasar, baik agen maupun dari kanal pemasaran lainnya, harus selalu mengingat bahwa mereka merupakan wajah dari industri asuransi jiwa. Oleh karena itu, para tenaga pemasar dinilai perlu untuk senantiasa menjaga integritas, memelihara kebutuhan nasabah, dan menempatkan nasabah di posisi yang paling penting dari semua ekosistem industri.
Pesan mendalam ini disampaikan oleh Albertus di tengah gelaran Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 yang diselenggarakan oleh AAJI di Surabaya pada Jumat, (13/8/2026).
Albertus menjelaskan bahwa penyelenggaraan TADEA yang menjadi agenda tahunan AAJI memiliki berbagai manfaat utama bagi perkembangan industri. Selain menghadirkan bentuk apresiasi atas prestasi dan pemberian penghargaan,
TADEA juga dilengkapi dengan sesi berbagi pengetahuan (sharing session). Melalui ajang ini, para tenaga pemasar dapat memperluas wawasan sekaligus belajar dari praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan di negara lain.
Pengalaman dan wawasan global tersebut dinilai sangat krusial agar seluruh informasi mengenai arah perubahan dunia asuransi internasional dapat terserap dengan baik oleh para agen di dalam negeri.
Peningkatan wawasan melalui TADEA pada akhirnya diharapkan mampu mendongkrak motivasi, keterampilan, serta pengetahuan para agen pemasaran.
Dampak positif ini diyakini akan bermuara pada peningkatan kinerja penjualan, baik secara volume maupun jumlah polis dan premi, serta porsi kontribusi kanal keagenan di industri asuransi jiwa. Kualitas penjualan pun diharapkan ikut melonjak karena para tenaga pemasar dibekali kemampuan untuk memberikan nasihat yang tepat, menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan riil nasabah, dan memberikan pelayanan jangka panjang yang prima.
Baca Juga
Premi Bisnis Baru Tumbuh Dua Digit, Ketum AAJI Pamerkan Ketahanan Asuransi Jiwa di TADEA 2026
Selain penekanan pada integritas dan pemenuhan kebutuhan nasabah, Albertus menyarankan para agen yang ingin tampil pada ajang TADEA tahun depan agar senantiasa mengembangkan diri secara berkelanjutan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi modern, proses penjualan kini semakin banyak memanfaatkan dukungan data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Teknologi tersebut hadir bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat bantu bagi tenaga pemasar agar dapat memberikan penjelasan yang jauh lebih baik, tepat sasaran, serta relevan dengan kebutuhan setiap nasabah.
"Tentunya tenaga pemasaran terus belajar meningkatkan diri. Saat ini semakin banyak proses penjualan memakai teknologi, dengan data, dengan AI, sehingga tujuannya bukan menggantikan, tapi bagaimana tenaga pemasaran bisa menjelaskan lebih baik, lebih tepat sasaran, dan sekali lagi sesuai dengan kebutuhan nasabah," ujar Albertus.

