Premi Bisnis Baru Tumbuh Dua Digit, Ketum AAJI Pamerkan Ketahanan Asuransi Jiwa di TADEA 2026
Poin Penting
|
SURABAYA, Investortrust.id -- Ketum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo pamerkan pencapaian bahwa premi bisnis baru industri asuransi jiwa mampu bertumbuh sebesar dua digit pada Semester I-2026.
Menurut AW, demikian sapa akrab Albertus, pertumbuhan premi baru yang sangat signifikan ini merupakan salah satu indikator penting pertumbuhan industri asuransi jiwa.
"Di semester pertama ini premi bisnis baru mengalami pertumbuhan yang cukup atau boleh dibilang menggembirakan. Tadi saya bilang Q1 tumbuh 5%, Rp27,9 triliun. Di semester pertama kita tumbuh 2 digit. Sudah lama kita tidak menikmati atau mencapai pertumbuhan 2 digit," kata AW dalam kata sambutannya di ajang konvensi Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Surabaya, Kamis (13/8/2026).
Ia menambahkan bahwa setelah sekian tahun, ini adalah pertama kalinya di semester pertama industri menikmati pertumbuhan hingga dua digit, meskipun angka pastinya baru akan diumumkan secara resmi pada akhir bulan ini.
Baca Juga
Di TADEA 2026, OJK Minta Agen Asuransi Pahami Next Generation Insurance dan Kuasai AI
Selain lonjakan premi bisnis baru di paruh pertama tahun ini, AW memaparkan kinerja positif industri sepanjang kuartal pertama yang disokong oleh 56 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI. Total pendapatan industri pada kuartal pertama tercatat mencapai Rp47,63 triliun yang menunjukkan basis ketahanan yang sangat baik di tengah dinamika ekonomi global.
Pada periode yang sama, total investasi industri asuransi jiwa turut mengalami pertumbuhan sebesar 5,7%. Kabar gembira lainnya terlihat dari aspek inklusi dan perlindungan, di mana jumlah masyarakat Indonesia yang terlindungi melalui produk asuransi jiwa, termasuk program asuransi kumpulan atau group insurance, melesat tumbuh 20,9% hingga mencapai total 118,28 juta orang.
Di saat yang bersamaan, komitmen kuat industri dalam menjaga kepercayaan publik dibuktikan melalui pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah yang menembus angka Rp38,73 triliun.
Pencapaian masif tersebut, kata AW, tidak lepas dari kontribusi vital para tenaga pemasar di berbagai lini distribusi yang menjadi ujung tombak dalam membangun literasi serta memperluas akses proteksi masyarakat. Berdasarkan data kuartal pertama, pendapatan premi dari kanal bancassurance sukses menyumbang Rp18,54 triliun, disusul oleh perolehan dari kanal keagenan yang tumbuh 1,2% menjadi Rp14,29 triliun, serta kanal distribusi alternatif yang mampu mengumpulkan premi sebesar Rp14,44 triliun.
Peran krusial para agen dalam memperkuat fondasi trust ini melatarbelakangi transformasi ajang penghargaan legendaris Top Agent Awards (TAA) yang telah berjalan selama 39 tahun atau hampir 4 dekade menjadi Top Agent and Distribution Excellence Award (TADEA) 2026 demi merespons ekosistem distribusi yang kian dinamis.

