AI dan Expert Advisor Bantu Investor Kelola Risiko Perdagangan Berjangka hingga Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Teknologi digital semakin digunakan dalam strategi investasi untuk membantu investor membaca peluang pasar sekaligus mengelola risiko dalam perdagangan berjangka, seperti komoditas, valuta asing (forex), aset kripto, hingga indeks saham Amerika Serikat. Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial inteligence/AI), expert advisor (EA), dan indikator menjadi bagian perkembangan tersebut.
"Teknologi dapat membantu investor membuat keputusan transaksi yang lebih terukur dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing," kata Direktur Utama PT Smartin Advisor Sistem (SAS), Odang Supriatna dalam workshop bertema "Pemanfaatan Teknologi dalam Mitigasi dan Menangkap Peluang Investasi" di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Workshop juga menghadirkan Chief Technology Officer Smartin Ervan Chandra Gunawan, President Director ACM Merchantile Exchange Arwandi J Setiabudi, Market Analyst Dupoin Futures Indonesia Geraldo Kofit, serta Product Marketing Supervisor Bittime Fini Charisa.
Baca Juga
Investor Kripto Tembus 22,69 Juta, PINTU Genjot Literasi di Kalangan Pekerja Muda
PT Smartin Advisor Sistem merupakan perusahaan penasihat berjangka yang tercatat memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dalam daftar resmi Bappebti, Smartin tercatat sebagai penasihat berjangka dengan izin nomor 02/BAPPEBTI/SI-PNB/10/2023 tertanggal 30 Oktober 2023.
"Penggunaan teknologi digital membuat keputusan transaksi menjadi terukur, berdasarkan mitigasi risiko sesuai profil investor," ujar Odang dalam workshop tersebut.
Menurut Odang, SAS mengembangkan layanan untuk sejumlah instrumen perdagangan, mulai komoditas, valuta asing atau forex, aset kripto, hingga indeks saham Amerika Serikat.
Teknologi yang digunakan mencakup expert advisor (EA), kecerdasan buatan (AI), sinyal perdagangan, indikator, serta layanan edukasi. Expert advisor merupakan sistem perangkat lunak yang membantu menjalankan atau memberikan dukungan terhadap strategi perdagangan berdasarkan aturan yang telah ditentukan.
Smartin menawarkan dua EA. Salah satunya Tradingmatic Bot yang dapat digunakan pada MetaTrader 4 (MT4) dengan strategi single shoot, ukuran transaksi atau lot tetap, serta stop loss dan target harga yang dihitung berdasarkan indikator khusus. Produk lainnya adalah Quadran EA yang digunakan pada MetaTrader 5 (MT5). Sistem tersebut mengandalkan strategi smart breakout trading untuk membaca peluang ketika harga menembus level tertentu.
Selain EA, Smartin menawarkan layanan sinyal berbasis AI melalui Gold Mind AI dan Finsfree. Gold Mind AI menggunakan data real time dan sejumlah indikator untuk menghasilkan sinyal beli atau jual yang dilengkapi target harga dan stop loss serta terintegrasi dengan MT5.
Sementara itu, Finsfree menggunakan analisis multiindikator berbasis AI untuk menghasilkan sinyal beli atau jual dengan parameter stop loss dan target harga. Layanan tersebut dapat digunakan untuk 29 pasangan atau pair dengan tujuh time frame.
President Director ACM Merchantile Exchange, Arwandi J Setiabudi, mengatakan keberadaan penasihat berjangka diperlukan dalam ekosistem perdagangan terorganisir, seperti bursa atau exchange. Peran tersebut dapat membantu mengisi kebutuhan edukasi dan pemahaman pasar bagi pelaku investasi.
"Penasihat berjangka adalah pihak netral yang memberikan nasihat investasi kepada pelaku pasar dalam bentuk edukasi dan know how. Hal ini sangat penting untuk mengembangkan pasar di negara berkembang seperti Indonesia," kata Arwandi.
ACM Merchantile Exchange, menurut Arwandi, mendukung keberadaan penasihat berjangka sebagai pihak yang berperan dalam pengembangan ekosistem perdagangan. Kolaborasi dengan pelaku industri lain juga diarahkan untuk memperluas pemahaman pasar.
Arwandi menekankan investasi selalu memiliki hubungan dengan risiko. Menurut dia, tujuan investasi memang berkaitan dengan upaya meningkatkan aset, tetapi potensi keuntungan tidak dapat dipisahkan dari potensi kerugian. "Mitigasi risiko yang paling dasar adalah financial literacy yang mana merupakan salah satu peran utama dari penasihat berjangka untuk mengedukasi pasar," kata Arwandi.
Dia menambahkan keputusan investasi tetap berada di tangan investor. Pelaku usaha dalam ekosistem perdagangan, menurut dia, perlu memberikan edukasi yang memadai agar investor dapat menyesuaikan keputusan dengan profil risikonya.
Teknologi Tidak Menghapus Risiko
Market Analyst Dupoin Futures Indonesia Geraldo Kofit mengatakan kolaborasi antara pelaku industri, penyedia teknologi, dan media dapat mendukung peningkatan literasi keuangan digital. Pemanfaatan teknologi juga perlu berjalan bersama dengan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Direktur Marketing Dupoin Futures Indonesia Taufan mengatakan mitigasi risiko merupakan bagian mendasar dalam setiap keputusan investasi. Investor tidak cukup hanya memperhitungkan potensi keuntungan, tetapi juga perlu memahami risiko dari transaksi yang dilakukan.
"Mitigasi risiko merupakan aspek mendasar dalam setiap keputusan investasi. Selain memahami potensi keuntungan, investor juga perlu memahami risiko agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan sesuai dengan profil risikonya," ungkap Taufan.
Dupoin Futures Indonesia mengedepankan edukasi, teknologi, dan kepatuhan terhadap regulasi sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan risiko. Teknologi, seperti AI dan EA dapat digunakan untuk membantu proses analisis dan pengambilan keputusan selama pengguna tetap menerapkan manajemen risiko.
Sementara Product Marketing Supervisor Bittime Fini Charisa mengatakan perkembangan teknologi telah memperluas pilihan produk yang tersedia bagi pengguna.
Menurut Fini, pengguna tidak hanya memperdagangkan aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga dapat mengakses aset berbasis real world assets atau RWA. RWA merupakan aset dunia nyata yang direpresentasikan dalam bentuk digital, termasuk produk seperti tokenized US Stocks.
Baca Juga
Investor Kripto Tembus 22,69 Juta, PINTU Genjot Literasi di Kalangan Pekerja Muda
"Karena pilihan aset dan produk semakin beragam, edukasi dan pemahaman terhadap karakteristik serta risiko setiap produk menjadi semakin penting. Jadi, teknologi dan edukasi harus berjalan beriringan untuk membangun ekosistem aset digital yang lebih sehat," ungkap Fini.
Fini mengatakan AI dan automated trading dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses analisis dan pengambilan keputusan. Namun, teknologi tersebut tidak menjamin keuntungan dan tidak menghilangkan risiko perdagangan, terutama pada aset yang memiliki volatilitas tinggi. Pengguna tetap perlu memahami cara kerja strategi yang digunakan, termasuk potensi kerugian. Otomatisasi transaksi tidak berarti aktivitas perdagangan menjadi bebas dari risiko.
"Dari perspektif Bittime, kami selalu melihat teknologi sebagai enabler, bukan sebagai pengganti pemahaman investor. Pengguna tetap perlu memahami profil risiko, karakteristik aset, serta mekanisme produk yang digunakan sebelum melakukan transaksi," ungkap Fini.

