Kementerian ESDM Gandeng OJK dan OECD Gelar Pelatihan RETScreen Expert
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM, Susetyo Edi Prabowo, resmi membuka Pelatihan dan Sertifikasi RETScreen Expert (RETScreen Expert Certification Training).
"Pelatihan ini adalah salah satu bentuk concrete deliverables Indonesia dalam Presidency G20, yang telah dirancang sejak pertemuan ETWG I di Yogyakarta pada akhir Bulan Maret tahun 2022 lalu," ujar Susetyo dalam keterangan resmi, Jumat (19/7/2024).
Ia mengatakan pelatihan dan sertifikasi ini diselenggarakan atas kerja sama antara BPSDM ESDM c.q. PPSDM KEBTKE bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute, dan OECD Clean Energy Finance and Investment Mobilisation (CEFIM).
Baca Juga
Kementerian ESDM Jamin Kebutuhan Alokasi Gas untuk Industri Pupuk Bakal Terpenuhi
Kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam mendukung transisi energi di Indonesia untuk mengejar target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 melalui peningkatan keterampilan para pemangku kepentingan dalam menganalisis semua jenis efisiensi energi dan teknologi energi terbarukan.
Dengan pelatihan ini, Susetyo berharap perwakilan ASN Kementerian ESDM dan OJK dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dalam memahami proyek baik dari sisi teknis maupun dari sisi finansial.
"Kami berharap pelatihan sertifikasi ini dapat bermanfaat bagi KESDM dan OJK Institute dalam pengembangan program pelatihan di masa yang akan datang dalam hal penilaian kelayakan teknis dan finansial dari potensi proyek energi terbarukan dan efisiensi energi," ungkap dia.
Sementara itu, Koordinator Direktorat Pengembangan Kompetensi SDM OJK, Endang Nuryadin mengatakan, Pelatihan RETScreen Expert ini akan mampu mendorong peningkatan portofolio pembiayaan proyek EBT dan efisiensi energi oleh OJK.
Baca Juga
Patuh ESG, Bos BMRI Bidik Target Net Zero Emissions di Tahun 2030
"Urgensi terhadap investasi di sektor energi bersih beberapa tahun terakhir cukup gencar digaungkan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah melalui perumusan peta jalan menuju NZE di tahun 2060 atau lebih cepat, sesuai Strategi Jangka Panjang untuk Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim (Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilence/LTS-LCCR)," ujar Endang.
Pelatihan dan sertifikasi ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari perwakilan Kementerian ESDM, Perwakilan OJK, dan Perwakilan OECD Indonesia, dengan pengajar dari Econoler perusahaan konsultasi internasional dengan pengalaman 40 tahun dalam desain, implementasi, evaluasi dan pendanaan efisiensi energi dan program dan proyek energi terbarukan.

