Sustainability Expert Ini Ungkap Indonesia Telah Kehilangan Hutan 22% Sejak 1990
JAKARTA, investortrust.id - Sustainability Expert, Jalal mengatakan bahwa Indonesia kehilangan hutan sekitar 22% antara tahun 1990 hingga tahun 2020.
"30 tahun kita hilang lebih dari 20% hutan Indonesia tapi apakah dunia kehilangan hutan? Enggak, dunia nambah sedikit hutannya pada periode yang sama," ujar Jalal dalam acara Cognito Media Gathering: Ngobrol Santai Bareng Pakar yang bertajuk “Sustainability is (Here) the Future” di Jakarta, Jumat (31/5/2024).
Lebih lanjut, Jalal menyebut, kondisi ini berbanding terbalik dengan yang dialami oleh Tiongkok. Menurutnya, Negeri Tirai Bambu tersebut bahkan mengalami penambahan hutan sebesar 40% di periode yang sama dengan Indonesia.
"Ini menyangkal orang-orang yang bilang bahwa, kalau kita ingin tumbuh ekonominya cepat, maka mari kita rusak alam, karena di Tiongkok pertumbuhan ekonomi rata-rata 8% itu diperoleh pada saat yang sama dengan nambah hutan 40%," ungkapnya.
Baca Juga
Kembangkan Hutan Mangrove di Bali, PLN Dorong Pendapatan Nelayan Capai Rp 300.000 per Hari
Terkait hal tersebut, Jalal pun menyampaikan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengeluarkan orang-orang dari kemiskinan dengan cara merusak alam merupakan hal yang tidak benar.
"Nah, nggak benar tuh bahwa yang namanya bikin ekonomi positif, ekonomi kuat mengeluarkan orang dari kemiskinan itu mesti dengan cara merusak alam nggak benar. Dan kalau kita perhatikan apa yang kemajuan-kemajuan yang tadi saya sudah gambarin di slide pertama ya versus yang ini sama sebetulnya, ada yang progresif ada yang regresif dan ada yang jalan di tempatnya," jelasnya.
Di sisi lain, Jalal membeberkan, untuk mewujudkan keberlanjutan ini, Indonesia perlu menggunakan sumber daya manusia (SDM) lima kali lipat dari yang ada saat sekarang ini.
Baca Juga
"Kalikan lima berapa jumlah sumber daya manusia yang sekarang kita punya, yang mengarahkan diri pada keberlanjutan kalikan lima, larinya kalikan lima kali lipat lebih cepat kayak gitu. Maka kita akan punya masa depan yang jauh lebih baik daripada sekarang, kita bukan cuma akan selamat atau survive, bahkan kita akan menikmati kehidupan yang lebih baik atau thrive," imbuhnya.

