Dorong Transformasi Digital BPD Se-Indonesia, Lintasarta Jalin Kerja Sama dengan Asbanda
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Lintasarta menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) untuk mendorong transformasi digital bank pembangunan daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Selain itu, Lintasarta menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Bank Jakarta, Bank BPD Bali, dan Bank Sumsel Babel.
Dalam kerja sama tersebut, Lintasarta memperkenalkan Lintasarta Intelligent Core, fondasi digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mengintegrasikan connectivity, cloud, cybersecurity, serta collaboration-AI dalam satu ekosistem digital yang aman, terintegrasi, dan berdaulat.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan mengungkapkan, kemampuan BPD dalam mengembangkan ekosistem digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat peran bank daerah sebagai penggerak ekonomi.
Baca Juga
Asbanda Usulkan BPD Jadi Kelompok Bank Tersendiri dalam Regulasi Baru
“Melalui Lintasarta Intelligent Core, kami menghadirkan fondasi digital berbasis AI yang memungkinkan setiap BPD mempercepat transformasi digital secara aman, terintegrasi, dan tetap menjaga kedaulatan data serta karakteristik masing-masing daerah,” ujar Armand dalam keterangan pers, Minggu (9/8/2026).
Menurut Armand, fondasi digital tersebut dibangun dengan tiga prinsip utama, yaitu sovereign, integrated, dan seamless experience. Prinsip sovereign memastikan data dan operasional tetap berada di Indonesia. Sedangkan integrated mengedepankan penggunaan satu arsitektur dan tata kelola. Adapun seamless experience diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi bagi nasabah dari hulu hingga hilir.
“Inilah wujud ‘Satu Fondasi, Satu Kedaulatan’, kekuatan bersama tanpa mengorbankan kedaulatan data dan kemandirian setiap BPD,” ujar dia.
Fokus Penguatan Talenta dan AI
Armand Hermawan menjelaskan, kolaborasi Lintasarta dan Asbanda mencakup tiga pilar utama. Pertama, penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui program Laskar AI bersama Asbanda University. Kedua, pemanfaatan berbagai use case AI di sektor perbankan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing daerah.
“Pilar ketiga yaitu pembentukan Forum Transformasi Digital dan AI sebagai wadah berbagai pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik antar BPD,” tutur dia.
Sekjen Asbanda, Rokidi menyambut positif kerja sama tersebut.Kolaborasi dengan Lintasarta dapat memperkuat kapabilitas digital BPD, sekaligus meningkatkan daya saing BPD.
Baca Juga
Mendes Yandri Ajak BPD Kolaborasi Sukseskan Asta Cita Prabowo dan Program Makan Bergizi Gratis
“BPD adalah orkestrator ekonomi daerah. Kolaborasi dengan Lintasarta memperkuat kapabilitas talenta digital dan membuka ruang berbagi praktik terbaik antar-BPD, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelaku usaha dan masyarakat di daerah,” ucap dia.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 mencatat industri BPD memiliki total aset sekitar Rp 1.036 triliun dengan tingkat permodalan yang tecermin pada capital adequacy ratio (CAR) sebesar 26,19%.
Dengan fondasi permodalan tersebut, BPD dinilai memiliki ruang untuk memperkuat infrastruktur digital, ketahanan siber, serta kapabilitas AI guna meningkatkan perannya dalam mengorkestrasi pembangunan ekonomi di daerah.

