Asbanda Dorong Transformasi Digital BPD untuk Jaga Kepercayaan Masyarakat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mendorong 27 bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia untuk memperkuat transformasi digital guna menjaga kepercayaan masyarakat di tengah perubahan perilaku nasabah.
Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo mengungkapkan, pengembangan layanan digital menjadi langkah penting agar produk Tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) tetap relevan, khususnya bagi generasi muda.
Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aplikasi perbankan, tapi juga perlu mencakup kemudahan transaksi, perluasan jaringan merchant, serta penguatan ekosistem pembayaran.
“Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, untuk membayar, untuk belanja, untuk transfer, dan untuk transaksi digital,” ujar Agus, dalam keterangan pers, Sabtu (22/8/2026).
Ia menyatakan, transformasi tersebut harus tetap mempertahankan karakter utama BPD, yaitu kedekatan dengan masyarakat di masing-masing daerah.
“Simpeda harus semakin modern, semakin digital, semakin mudah digunakan, tetapi tetap mempunyai satu kekuatan yang tidak boleh hilang, dekat dengan masyarakat,” kata Agus.
Peningkatan kualitas layanan, lanjut dia, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi digital. Sebab, kepercayaan nasabah tidak semata-mata dibangun melalui program hadiah atau promosi, tapi melalui keamanan, kemudahan, dan kualitas pelayanan yang diberikan secara konsisten.
Simpeda Himpun Dana Rp 75 Triliun
Agus mengungkapkan, saldo Tabungan Simpeda secara nasional telah mencapai Rp 75 triliun. Capaian tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap produk tabungan yang dihimpun BPD.
“Saldo Tabungan Simpeda secara nasional sudah mencapai 75 triliun, angka yang luar biasa. Tetapi bagi kami yang jauh lebih penting adalah kepercayaan masyarakat yang ada di belakangnya sebagai penabung Simpeda,” ucapnya.
Agus menjelaskan, dana yang dihimpun melalui Simpeda kemudian dikelola dan disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta dunia usaha.
Dengan begitu, penghimpunan dana melalui Simpeda tidak hanya menjadi sumber dana bagi BPD, tetapi juga berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi di daerah.
Apresiasi Nasabah Simpeda
Sebagai upaya untuk mengapresiasi nasabah produk Tabungan Simpeda, Asbanda bersama PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) menggelar malam puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026, di Halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (21/8/2026).
Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi mengatakan, pada malam puncak dilakukan pengundian hadiah pertama sebesar Rp 500 juta dan empat hadiah kedua masing-masing senilai Rp 100 juta. Sementara itu, hadiah ketiga hingga kedelapan telah diundi setelah proses penyegelan alat undian pada 19 Agustus 2026.
Dalam penarikan undian dengan total hadiah Rp 3 miliar tersebut, hadiah utama senilai Rp 500 juta dimenangkan nasabah Bank Kalbar. Lalu, empat hadiah kedua masing-masing Rp 100 juta diraih nasabah Bank Kalsel, Bank Jakarta, Bank BPD DIY, dan Bank Bengkulu.
Bank Bengkulu turut menyediakan hadiah tambahan bagi masyarakat yang hadir berupa satu unit sepeda motor dan tiga unit telepon genggam sebagai bagian dari sosialisasi Tabungan Simpeda.
Dalam kesempatan yang sama, Asbanda dan Bank Bengkulu menyerahkan bantuan senilai Rp 50 juta bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, Asbanda menetapkan Bank Kalsel sebagai tuan rumah Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda berikutnya yang direncanakan berlangsung di Kalimantan Selatan pada April 2027.

