AAJI: Industri Asuransi Jiwa Tunjukkan Ketahanan Di Tengah Dinamika Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut, industri asuransi jiwa tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung. Hal itu tercermin dari pertumbuhan sejumlah indikator utama pada kuartal I 2026, meski industri masih menghadapi tekanan dari sisi pendapatan.
Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Novita Rumngangun mengungkapkan, industri asuransi jiwa mampu menjaga kinerja melalui penguatan tata kelola, pengelolaan risiko yang prudent, serta komitmen memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.
“Sepanjang kuartal I 2026, industri asuransi jiwa menunjukkan ketahanan yang baik di tengah berbagai dinamika ekonomi yang berlangsung sampai saat ini,” ujarnya, dalam sambutan di Acara Investortrust Best Insurance 2026, yang digelar di Glass House, Habitate Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga
Lewat Ajang TADEA 2026 di Surabaya, AAJI Apresiasi Tenaga Pemasar Andal
Berdasarkan data AAJI, dari 56 perusahaan asuransi jiwa anggotanya, total pendapatan industri pada kuartal I 2026 mencapai Rp 47,63 triliun. Meski menghadapi tekanan pada pendapatan, premi bisnis baru justru tumbuh 5% menjadi Rp 27,95 triliun.
Selain itu, total investasi industri meningkat 5,7% menjadi Rp 571,70 triliun. Jumlah masyarakat yang terlindungi melalui produk asuransi jiwa juga bertambah 20,9% menjadi 118,28 juta orang.
Di lain sisi, industri tetap menjalankan fungsi utamanya dengan membayarkan klaim dan manfaat kepada pemegang polis sebesar Rp 28,73 triliun sepanjang kuartal I 2026.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa di tengah berbagai tantangan, industri asuransi jiwa tetap mampu menjaga fungsi utamanya yaitu memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat Indonesia,” kata Novita.
Baca Juga
56 Perusahaan Asuransi Diganjar Penghargaan di Investortrust Best Insurance Award 2026
Menurutnya, kinerja positif tersebut tak lepas dari komitmen perusahaan-perusahaan asuransi jiwa dalam memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta beradaptasi terhadap perubahan kondisi industri.
Novita menambahkan, tantangan industri ke depan akan terus berkembang. Namun, ia optimistis kolaborasi antara regulator, asosiasi, perusahaan asuransi, media, dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin memperkuat industri asuransi nasional.
“Kami percaya dengan kolaborasi yang erat, antara regulator, asosiasi, perusahaan asuransi, media, dan tentunya seluruh pemangku kepentingan, kita dapat terus memperkuat industri asuransi Indonesia agar semakin sehat, semakin tangguh, semakin inovatif, dan tentunya dipercaya oleh masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Investortrust Best Insurance 2026
Dalam kesempatan tersebut, AAJI juga mengapresiasi penyelenggaraan Investortrust Best Insurance 2026 yang memberikan penghargaan kepada perusahaan asuransi dengan kinerja terbaik sepanjang 2025.
“Apresiasi seperti ini memiliki arti penting karena tidak hanya mengakui capaian perusahaan, tapi juga mendorong seluruh pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, inovasi, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Novita.
Ia mengatakan, saat ini menjadi hal penting bagi industri asuransi jiwa untuk memperkuat tata kelola, mengelola risiko secara prudent, serta terus memenuhi komitmen di tengah tantangan yang dihadapi.
Menurut Novita, perusahaan-perusahaan yang menerima penghargaan pada hari ini telah menunjukkan bahwa tantangan diubah menjadi salah satu peluang melalui inovasi, efisiensi, dan strategi bisnis yang berkelanjutan.
“Pencapaian tersebut tentunya patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat,” katanya.
