Survei BI: Penyaluran Kredit Kuartal II-2026 Naik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) menggelar survei perbankan pada kuartal II-2026. Hasilnya, penyaluran kredit pada kuartal II-2026 meningkat dibandingkan kuartal I-2026.
“Peningkatan itu tecermin pada nilai saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru kuartal II-2026 sebesar 93,8%, lebih tinggi dari SBT 38,74% pada kuartal I-2026 dan SBT kuartal II-2025 yang sebesar 85,22%,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (21/7/2026).
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Kredit Khusus Alumni KUR, Plafon hingga Rp2 Miliar
Berdasarkan jenis penggunaan, menurut Ramdan Denny, pertumbuhan penyaluran kredit baru pada kuartal II-2026 berasal dari peningkatan seluruh komponennya. Nilai SBT pertumbuhan penyaluran kredit untuk modal usaha mencapai 94,34%, kredit investasi 93,51%, dan kredit konsumsi 83,67%.
Ramdan Denny mengungkapkan, peningkatan kredit konsumsi berasal dari peningkatan permintaan terhadap kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan SBT 78,2%. Selain itu terdapat kenaikan terhadap SBT kredit kendaraan bermotor 67,95%, kredit multiguna 69,71%, dan kredit tanpa agunan 49,7%.
“Di sisi lain, permintaan kartu kredit mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya,” ujar Ramdan Denny.
Baca Juga
OJK: Intermediasi Perbankan Mei 2026 Tumbuh Positif, Kredit Tembus Rp 8.918 Triliun
Secara sektoral, kata dia, penyaluran kredit baru pada kuartal II-2026 meningkat pada beberapa sektor. Nilai SBT tertinggi tercatat di sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi sebesar 91,86%, jasa pendidikan 83,03%, industri pengolahan 73,78%, konstruksi 73,37%, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial 70,09%.
Berdasarkan proyeksi BI, nilai SBT dari Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 87,85%. Angka ini tumbuh dari SBT pada kuartal I-2026 yang sebesar 80,01%.
