BI: Penyaluran Kredit Kuartal II-2026 Lebih Hati-Hati, namun Tetap Tumbuh di Kuartal III
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Penyaluran kredit pada kuartal II-2026 lebih berhati-hati dibandingkan kuartal I-2026. Kendati demikian, penyaluran kredit baru diperkirakan tetap tumbuh pada kuartal III-2026.
Hal itu terungkap dalam hasil survei perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tecermin pada Indeks Lending Standard (ILS) kuartal II-2026 yang bernilai positif sebesar 1,03. Dengan angka positif ini, penyaluran kredit lebih ketat.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, standar penyaluran kredit yang lebih berhati-hati terutama terjadi pada jenis kredit pemilikan rumah (KPR)/kredit pemilikan apartemen (KPA) dan kredit konsumsi lainnya. ILS yang lebih longgar berlaku pada kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit UMKM.
Baca Juga
“Beberapa aspek kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati antara lain pada aspek suku bunga kredit, plafon kredit, perjanjian kredit, jangka waktu kredit, dan biaya persetujuan kredit,” ujar Ramdan Denny dalam keterangan resmi, Senin (21/7/2026).
Dia menjelaskan, pada kuartal III-2026, penyaluran kredit baru diperkirakan tetap tumbuh, diindikasikan oleh saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru kuartal III-2026 yang diperkirakan sebesar 84,65%, lebih rendah dari SBT kuartal II-2026 yang sebesar 93,08%.
Dia menambahkan, prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada kuartal III-2026 diperkirakan masih sama, yaitu kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi. Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit multiguna diperkirakan menjadi prioritas utama.
“Setelah itu ada kredit KPR/KPA dan kredit kendaraan bermotor,” tutur Ramdan Denny Prakoso.
Berdasarkan sektor, kata Ramdan Denny, penyaluran kredit baru pada kuartal III-2026 diperkirakan terjadi pada sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan.
Baca Juga
OJK: Intermediasi Perbankan Mei 2026 Tumbuh Positif, Kredit Tembus Rp 8.918 Triliun
“Standar penyaluran kredit pada kuartal III-2026 diperkirakan lebih longgar dari kuartal sebelumnya, terindikasi oleh ILS kuartal III-2026 yang bernilai minus 2,25 atau lebih longgar,” papar dia.
BI memproyeksikan secara kumulatif, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal III-2026 tetap tumbuh, terindikasi oleh nilai SBT sebesar 87,52%. Angka itu relatif stabil dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya 88,22%.
Selain itu, menurut Ramdan Denny, responden memperkirakan outstanding kredit sampai akhir 2026 tumbuh 7,51% secara tahunan (yoy). Ini lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2025 yang sebesar 9,69% (yoy).
