Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Terindikasi Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Hasil survei perbankan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan IV-2024 terindikasi meningkat. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru yang mencapai 97,9%, lebih tinggi dibandingkan 80,6% pada triwulan sebelumnya. Ke depan, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap kuat.
"Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan pertumbuhan kredit baru terindikasi bersumber dari kredit investasi. Selain itu, kredit modal kerja," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan di Jakarta, Senin (20 /1/2025).
Baca Juga
Kredit Konsumer dan Korporasi BNI Tumbuh Masing-Masing 14,6% dan 15,1% di Kuartal III 2024
Kredit Triwulan I Tetap Kuat
Selanjutnya, kata Denny, pada triwulan I-2025, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap kuat dengan SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 82,3%. "Standar penyaluran kredit pada triwulan I-2025 diprakirakan sama ketat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 0,2," ujarnya.
Aspek kebijakan penyaluran kredit triwulan I-2025 diprakirakan lebih ketat. Hal ini antara lain terkait plafon kredit, suku bunga kredit, dan premi kredit beresiko.
"Hasil survei menunjukkan responden memprakirakan pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun 2025 tetap optimistis, dengan prakiraan pertumbuhan outstanding kredit yang kuat. Optimisme tersebut antara lain didorong oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter, serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit," papar Denny.
Baca Juga
Kemitraan Strategis Indonesia-India Perkuat Perdagangan dan Kerja Sama Politik

