Survei Perbankan BI: Pertumbuhan Penyaluran Kredit Baru Diprakirakan Melambat Triwulan I
JAKARTA, investortrust.id - Hasil Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia menunjukkan, pada triwulan I-2024, pertumbuhan penyaluran kredit baru diprakirakan melambat, dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 44,6%. Sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada triwulan I ini diprakirakan melambat,
Secara triwulanan (qtq), penyaluran kredit baru pada triwulan I-2024 diprakirakan tumbuh positif meski tidak setinggi triwulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru triwulan I-2024 yang sebesar 44,6%, tumbuh positif meski lebih rendah dibandingkan SBT
96,1% pada triwulan sebelumnya. Prakiraan tersebut sejalan dengan pola historis realisasi pertumbuhan kredit baru. Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan I-2024 adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi.
"Hasil survei menunjukkan responden tetap optimistis terhadap pertumbuhan kredit. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2024 sebesar 10,8% (yoy). Optimisme tersebut antara lain didorong oleh prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, Rabu (23/01/2024).
Baca Juga
Pertumbuhan Kredit Tahun 2023 Tembus 10,38%, Tahun Ini hingga 12%
Prakiraan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2024 yang tumbuh 10,8% (yoy) itu lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit pada 2023 sebesar 10,4% (yoy). Namun, tidak setinggi realisasi pertumbuhan pada 2022 sebesar 11,4% (yoy).
Kebijakan penyaluran kredit pada triwulan I-2024 diprakirakan sedikit lebih ketat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) triwulan I-2024 yang bernilai positif sebesar 0,3%.
Standar penyaluran kredit yang lebih ketat dibandingkan triwulan sebelumnya diprakirakan terjadi pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit pemilikan rumah/kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA). Mayoritas aspek kebijakan penyaluran kredit diprakirakan mengetat dibandingkan triwulan sebelumnya, khususnya perjanjian kredit dan agunan.
Sementara itu, kebijakan plafon kredit diprakirakan lebih longgar. Kebijakan suku bunga kredit dan biaya persetujuan kredit juga diprakirakan tetap longgar.
Prakiraan DPK Melambat
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan I-2024 diprakirakan melambat, dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Perlambatan pertumbuhan tersebut terindikasi dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 16,1%, lebih rendah dibandingkan 93,7% pada triwulan sebelumnya, sesuai pola historisnya.
"Perlambatan pertumbuhan DPK diprakirakan terjadi pada seluruh jenis kategori instrumen, yakni giro, tabungan, dan deposito, dengan SBT masing-masing sebesar 16,4%; 58,4%; dan 6,3%," ungkapnya.
Triwulan IV-2023
Erwin juga menjelaskan penyaluran kredit baru pada triwulan IV-2023 terindikasi meningkat. Hal tersebut tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang penyaluran kredit baru sebesar 96,1%, lebih tinggi dibandingkan 95,4% pada triwulan sebelumnya.
Peningkatan tersebut terutama pada kredit investasi dan kredit modal kerja.
Baca Juga
Ekonomi Makro Stabil, OJK Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh Dua Digit di 2024

