BTN (BBTN) Catat Lonjakan Nilai Transaksi QRIS 170% Jadi Rp 9,52 Triliun di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) mencatatkan kinerja apik dari sisi transaksi di kanal digital. Hal ini tercermin lewat nilai transaksi QRIS yang melonjak 170% secara year on year (yoy) menjadi Rp 9,52 triliun di semester I 2026.
SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengungkapkan, sejalan dengan itu, volume transaksi QRIS BTN mencapai 118,09 juta transaksi atau tumbuh 163% (yoy). Di sisi lain, jaringan agen laku pandai BTN meningkat 24% (yoy) menjadi 6.843 agen dengan kontribusi nilai transaksi mencapai Rp 176 miliar.
“Kami membutuhkan infrastruktur sistem pembayaran yang andal, tangguh, aman, dan memiliki kapasitas tinggi agar mampu mengimbangi pertumbuhan transaksi digital yang sangat pesat,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga
BTN (BBTN) Gandeng BPS Perkuat Program 3 Juta Rumah Lewat Pemanfaatan Data BNBA
Perkuat Infrastruktur Digital
Sebagai upaya mendorong transformasi untuk menjadi bank modern di bawah ekosistem Danantara Indonesia, bank berkode saham BBTN ini memperkuat infrastruktur digital melalui kerja sama dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas layanan keuangan digital.
Thomas mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan arah transformasi bisnis BTN. Di mana, saat ini pihaknya tak lagi hanya berperan sebagai bank penyedia pembiayaan perumahan, tapi juga membangun ekosistem hunian yang lebih menyeluruh.
“Ke depan, nasabah tidak hanya memperoleh fasilitas KPR, tapi juga berbagai layanan pendukung seperti asuransi, transaksi perbankan, serta berbagai solusi keuangan yang terintegrasi dalam satu ekosistem,” katanya.
Baca Juga
Melesat 54,37%, Laba Bersih Konsolidasi BTN (BBTN) Tembus Rp 1,85 Triliun
Strategi BTN, lanjut Thomas, saat ini tak hanya berorientasi pada penyaluran kredit pemilikan rumah, tapi juga memenuhi berbagai kebutuhan finansial masyarakat setelah memiliki hunian. Layanan tersebut mencakup transaksi keuangan dan layanan gaya hidup, hingga berbagai kebutuhan finansial lainnya.
Thomas menilai, kerja sama dengan Artajasa tak hanya memperkuat kapabilitas infrastruktur pembayaran BTN, tapi juga membuka ruang bagi pengembangan layanan digital yang lebih inovatif.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah secara bisnis bagi kedua perusahaan, tapi juga menghasilkan sinergi jangka panjang yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Direktur Utama Artajasa Haryati Lawidjaja, pihaknya berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital BTN melalui penyediaan infrastruktur pembayaran yang cepat, efisien, dan resilien. Oleh karena itu, fondasi teknologi yang kuat menjadi faktor penting dalam menjawab kebutuhan industri jasa keuangan yang terus berkembang.
“Kami percaya kolaborasi ini tidak hanya memperluas konektivitas layanan pembayaran, tapi juga membuka peluang lahirnya inovasi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah. Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar menghubungkan sistem, melainkan membangun kepercayaan, memperluas akses layanan keuangan, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri dan masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Melalui kerja sama ini, BTN dan Artajasa akan mengembangkan sejumlah inisiatif strategis, antara lain pengelolaan switching QRIS, integrasi layanan biller (billing provider), penguatan platform transaksi agen laku pandai BTN, pengembangan layanan QR cross-border melalui skema Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD), layanan tarik tunai tanpa kartu (cardless cash withdrawal), hingga penjajakan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pengelolaan data.
