Industri Asuransi Catat Pertumbuhan Premi 2,84% Jadi Rp 170,98 Triliun di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total pendapatan premi asuransi komersial yang terdiri dari asuransi jiwa, serta asuransi umum dan reasuransi tumbuh 2,84%, dari Rp 166,26 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp 170,98 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun atau PPDP secara umum tetap stabil dan terjaga,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juli 2026 secara daring, Selasa (4/8/2026).
Ia merinci, premi asuransi jiwa tumbuh 8,4% menjadi Rp 94,83 triliun pada semester I 2026, dari Rp 87,48 triliun di periode yang sama tahun lalu.
“Serta premi asuransi umum dan reasuransi sedikit terkontraksi sebesar 3,34% secara year on year (yoy) dengan nilai sebesar Rp 76,15 triliun,” kata Ogi.
Baca Juga
OJK Sempurnakan Aturan “New RBC” Usai Uji Coba di 10 Perusahaan Asuransi
Meski begitu, lanjut dia, kondisi permodalan industri asuransi masih terjaga di level yang solid. Tercermin dari risk based capital (RBC) asuransi jiwa yang berada di posisi 461,94%, serta RBC asuransi umum dan reasuransi yang berada di angka 318,52% per Juni 2026.
“Masih di atas threshold sebesar 120%,” ucap Ogi.
Sementara itu, total klaim asuransi komersial per Juni 2026 tercatat Rp 111,71 triliun atau meningkat 8,08% dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 103,36 triliun.
Dari sisi total aset, asuransi komersial mencatatkan nilai aset Rp 967,75 triliun atau naik 2,97% (yoy).
Baca Juga
Pimpin Konsorsium ABMN, Asuransi Jasindo Serahkan Klaim Rp 17,6 Miliar kepada Kementerian Agama
Kinerja Asuransi Non Komersial
Dari sisi asuransi non komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan; serta Program Asuransi di ASN, TNI, dan Polri, terkait program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), mencatatkan total aset Rp 216,97 triliun pada Juni 2026.
”Atau terkontraksi sebesar 2,80% (yoy),” ujar Ogi.
Jika dirinci, nilai premi asuransi non komersial mencapai Rp 100,91 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 6,98% (yoy). Sementara total klaimnya sebesar Rp 104,3 triliun atau meningkat 8,28% (yoy).
