Nilai Tambah Nikel Indonesia Bisa 90 Kali Lipat Menjadi Rp 2.171.952,0 Triliun, 110,9 Kali PDB
JAKARTA, investortrust.id – Saat berkunjung ke Tiongkok pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut prioritas pertama investasi Indonesia kini adalah membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV), mulai dari bahan bakunya, EV baterai, sampai nanti memproduksi kendaraan listrik di Tanah Air. Untuk menelaah seberapa penting keputusan Presiden Jokowi ini, wartawan Investortrust.id mewawancarai pengamat otomotif dan peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Yannes Martinus Pasaribu, MSn, dari Kelompok Keahlian Manusia dan Desain Produk Industri.
Yannes menjelaskan, nilai tambah nikel Indonesia bisa 90 kali lipat menjadi Rp 2.171.952,0 triliun (US$ 144 triliun) atau sekitar 110,9 kali produk domestik bruto (PDB) nasional tahun 2022 sebesar Rp 19.588,4 triliun (US$ 1,3 triliun), berdasarkan data BPS. Ini dengan syarat kalau Indonesia terus melaksanakan program lewat BUMN Indonesia Battery Corporation (IBC) yang akan ke downstream dengan membangun manufaktur battery cells bahkan hingga battery pack untuk EV dan sebagainya.
Berikut wawancara yang dilakukan pada Sabtu (29/07/2023).

