Hilirisasi Batu Bara Bukit Asam (PTBA) Hasilkan Nilai Tambah hingga 79 Kali Lipat, Ini Daftar Produknya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah fokus menjalankan program hilirisasi batu bara yang mencakup delapan produk, yaitu dimethyl ether (DME), synthetic natural gas (SNG), metanol, amonia, grafit buatan, elektroda lembaran, asam humat, dan asam fulvat. Ke-8 produk hasil diversifikasi itu mampu menghasilkan nilai tambah 4,3 kali hingga 79 kali lipat dari material mentah.
Menurut Direktur Utama Bukit Asam, Arsal Ismail, hilirisasi batu bara menjadi DME,gas alam sintetis (SNG), metanol, dan amonia menghasilkan nilai tambah masing-masing 4,3 kali, 5,7 kali, 4,7 kali, dan 4,8 kali lipat dari material mentah.
“Jadi, nilai tambahnya naik berkali-kali lipat. Batu bara yang diolah menjadi artificial graphite (grafit buatan) mendatangkan nilai tambah sampai 59,9 kali. Lalu anode sheet (elektroda lembaran) 41,4 kali, bahkan senyawa humat menghasilkan nilai tambah hingga 79,7 kali,” kata Arsal Ismail dalam pertemuan dengan pimpinan redaksi media massa di Jakarta, Kamis (7/8/2025) malam.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Lipatgandakan Produksi Batu Bara Menjadi 100 Juta Ton, Ada Apa?
Arsal menjelaskan, hilirisasi batu bara menjadi DME,SNG, metanol, dan amonia tengah memasuki fase validasi kelayakan komersial. Sedangkan hilirisasi batu bara menjadi grafit buatan, elektroda lembaran, asam humat, dan asam fulvat masih dalam fase penelitian dan pengembangan (R&D).
Baca Juga
Ditinggal Air Products, Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME Tetap Lanjut
Arsal mencontohkan, Bukit Asam dan PT Pertamina (Persero) sedang mengupayakan kelanjutan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Muara Enim, Sumatra Selatan, dengan menarik investor baru setelah investor asal AS, Air Products & Chemical Inc, menyatakan mundur.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk Bukit Asam, Turino Yulianto menambahkan, grafit buatan dan elektroda lembaran yang diolah dari batu bara digunakan sebagai anoda untuk baterai Li-ion. Sedangkan asam humat menjadi salah satu opsi utilisasi batu bara kalori rendah yang dapat digunakan sebagai soil amelioration (perbaikan tanah) di sektor pertanian.
Baca Juga
Jalankan Transformasi Bisnis, Bukit Asam (PTBA) Garap Dua Segmen Ini
Turino mengungkapkan, jenis batu bara yang dibutuhkan untuk menghasilkan grafit buatan dan elektroda lembaran adalah batu bara dengan GAR (nilai kandungan kalori) 4.200. Adapun untuk menghasilkan asam humat dibutuhkan batu bara dengan GAR di bawah 3.000.
Turino mengatakan, DME dari hasil pengolahan batu bara GAR 3.726 diharapkan mampu menggantikan porsi impor gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG). Sedangkan gas alam sintetis dari hasil pengolahan batu bara dengan GAR 3.726 bisa menjadi alternatif pengganti gas alam cair (liquefied natural gas/LNG).

