Hilirisasi Batu Bara Jadi Pupuk? Bukit Asam (PTBA) Punya Jawabannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meluncurkan produk hilirisasi batu bara berkalori rendah, yaitu kalium humat yang akan dipasarkan dengan merek dagang BA Grow. Langkah ini menjadi bagian komitmen perusahaan untuk mendukung kemandirian pangan dan hilirisasi industri di Indonesia.
Kalium humat merupakan pupuk organik alami yang berasal dari garam kalium asam humat, senyawa kompleks yang diekstraksi dari lignit atau batu bara kalori rendah. Produk ini berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus sumber kalium organik, dan sangat efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi penyerapan nutrisi, serta meningkatkan ketahanan, dan produktivitas tanaman.
Baca Juga
Pendapatan Bukit Asam (PTBA) Semester I Naik Menjadi Rp 20,45 Triliun, Bagaimana dengan Labanya?
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menegaskan komitmen PTBA untuk terus melakukan pengembangan bisnis. Kalium humat menjadi salah satu bentuk hilirisasi batu bara yang dilakukan oleh PTBA untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada kemandirian pangan, hilirisasi industri, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalium humat adalah bukti persembahan kami bagi negeri untuk menghadirkan energi tanpa henti. Kami pun siap mengomersialisasikan kalium humat ini dengan brand produk BA Grow,” jelas Turino dalam keterangannya, Kamis (4/9/2025).
Dia menjelaskan, BA Grow yang siap dikomersialisasikan oleh PTBA ini berbentuk padat dan cair. Produk ini juga telah memenuhi standar senyawa humat sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah.
Sementara itu, Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ferian Anggara mengungkapkan kalium humat merupakan pembenah tanah. Oleh karena itu, penggunaan pun tetap harus dibarengi dengan pupuk lain untuk memberikan unsur-unsur yang tetap dibutuhkan tanaman.
“Jadi ini bukan pengganti pupuk, tetapi ini adalah pembenah tanah. Pada saat tanahnya sudah kita benahi, maka penggunaan pupuknya bisa berkurang. Jadi fungsinya adalah mengurangi penggunaan pupuk,” tutur Prof Ferian.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Lipatgandakan Produksi Batu Bara Menjadi 100 Juta Ton, Ada Apa?
Ditemui dalam kesempatan terpisah, Hasan Asnawi, kelompok tani di Bimomartani yang menjadi tempat lahan percontohan mengungkapkan bahwa penggunaan kalium humat telah membawa perubahan signifikan pada hasil panen.
"Pemakaian kalium humat terbukti meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk urea dan NPK (nnitrogen, phosfor, dan kalium)," jelas Asnawi.

