Bukit Asam (PTBA) Optimistis Outlook Batu Bara Positif usai Trump Terpilih Jadi Presiden AS
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) optimistis outlook industri batu bara pada 2025 tetap positif. Selain faktor permintaan, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS turut memberikan katalis positif bagi prospek batu bara ke depan.
“Outlook harga batu bara memang masih berisiko. Tapi kami melihatnya tetap optimistis,” ujar Corporate Secretary Bukit Asam, Niko Chandra dalam Media Gathering Bukit Asam di Bogor, Jumat (29/11/2024).
Optimisme terhadap prospek harga batu bara tahun depan, menurut Niko, juga didukung terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Trump memberikan harapan positif bagi industri batu bara.
Baca Juga
Pendapatan Tumbuh 11%, Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Bersih Rp 3,23 Triliun
Niko mengungkapkan, berkaca pada periode sebelumnya saat Trump menjadi Presiden AS, industri batu bara menunjukkan kejayaannya. Trump dikenal sebagai pemimpin yang ramah energi fosil.
“Apalagi secara kondisi geopolitik, ketika Donald Trump terpilih, ada harapan industri batu bara makin prospektif. Bahasanya kalau dulu itu memanas,” tutur dia.
Terlebih, kata Niko Chandra, permintaan terhadap batu bara, khususnya di pasar domestik, terus meningkat pascapandemi Covid-19.
Niko menjelaskan, sejumlah program yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto saat ini akan meningkatkan permintaan energi di dalam negeri. Program itu di antaranya pembangunan 3 juta rumah per tahun yang bakal meningkatkan konsumsi listrik domestik.
Itu sebabnnya, menurut Niko, selain masih fokus ke pasar domestik, Bukit Asam gencar mencari pasar baru untuk ekspor batu bara.
“Demand batu baru masih cukup tinggi, misalnya Vietnam dan Filipina. Makanya kami fokus ke sana. Market yang sudah ada pun kami pertahankan,” ucap Niko.
Baca Juga
Dukung Transisi Energi, Bukit Asam (PTBA) Bangun Pilot Plant Wood Pellet
Niko Chandra mengemukakan, Bukit Asam juga optimistis masih mencatatkan kinerja keaungan yang positif tahun depan. Salah satu penopangnya adalah investasi dari sisi logistik.
“Pasti ada growth yang positif. Tahun depan kami akan fokus investasi, terutama terkait pengembangan logistik,” tandas dia.

