Ekspor Batu Bara Meningkat, Bukit Asam (PTBA) Soroti 5 Negara Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 9,4 triliun pada kuartal I-2024. Selain itu, PTBA juga menyoroti pertumbuhan ekspor di 5 negara seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Korea Selatan hingga India.
Corporate Secretary Bukit Asam (PTBA), Niko Chandra mengatakan negara yang menjadi pasar ekspor terbesar di perseroan adalah India.
“Sepanjang Januari-Maret 2024 (kuartal I-2024), penjualan ke India mencapai 1,5 juta ton atau tumbuh 7,1% secara tahunan,” kata Niko saat dihubungi investortrust.id, Selasa (4/6/2024).
Selain India, PTBA juga mencatat pertumbuhan ekspor batu bara ke Korea Selatan sebesar 688,5 ribu ton atau naik 80,9% secara year-on-year (yoy) dari periode sebelumnya 380,7 ribu ton.
Baca Juga
Penjualan Naik 10%, Bukit Asam (PTBA) Bidik Produksi Batu Bara 41,3 Juta Ton 2024
“Pertumbuhan pesat juga tercatat pada penjualan ke beberapa negara di Asia Tenggara. Ekspor ke Thailand melonjak 707,3%, Vietnam meningkat 421,2%, dan Malaysia tumbuh 71,5%,” ungkap Niko.
Adapun pendapatan perseroan sebesar Rp 9,4 triliun tersebut berasal dari penjualan batu bara domestik, ekspor, serta pendapatan lainnya.
Pada tahun 2024, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok target produksi batu bara sebesar 710 juta ton. Dari jumlah itu, alokasi kewajiban pemenuhan batu bara dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) mencapai 181,28 juta ton.
Berdasarkan informasi yang dihimpun investortrust.id, pada tahun 2023 Indonesia telah mengekspor batu bara sebanyak 406,67 juta metrik ton (MT), mengungguli Australia sebanyak 364,05 juta MT, Rusia (220,09 juta MT), (Amerika Serikat 77,98 juta MT), Afrika Selatan (75,39 juta MT), dan Kolombia (56,55 juta MT).
Berikutnya, Kazakhstan (37,29 juta MT), Kanada (28,87 juta MT), Mongolia (19,47 juta MT), Belanda (16,01 juta MT), Mozambik (9,41 juta MT), Filipina (8,70 juta MT), Polandia (5,51 juta MT).
Baca Juga
Lalu, China (3,97 juta MT), Afghanistan (3,34 juta MT), Republik Ceko (1,98 juta MT), Tanzania (1,71 juta MT), Jerman (1,43 juta MT), Kyrgyzstan (1,32 juta MT), dan Spanyol (1,28 juta MT).
“PTBA senantiasa berupaya menjaga pasokan untuk kebutuhan dalam negeri, serta mengoptimalkan peluang ekspor ke sejumlah negara yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi,” tutup Niko.

