OJK Godok Revisi POJK Modal Ventura, Laba Industri Turun 5% Meski Pembiayaan Mulai Tumbuh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun penyempurnaan Peraturan OJK (POJK) Nomor 25 Tahun 2023 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan modal ventura. Revisi aturan tersebut diarahkan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi industri sekaligus memperkuat pengawasan berbasis risiko sesuai perkembangan model bisnis dan kondisi industri saat ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, penyempurnaan regulasi tak hanya mencakup pengaturan mengenai pendanaan dan penguatan terhadap kegiatan usaha venture debt corporation (VDC) dan venture capital corporation (VCC), tapi juga menyederhanakan aspek administrasi bagi pelaku usaha.
“Dapat kami sampaikan bahwa ini antara lain bertujuan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi perusahaan modal ventura, kemudian menyederhanakan aspek regulasi administratif, serta memperkuat pengawasan yang berbasiskan risiko sesuai perkembangan model bisnis dan kondisi industri saat ini,” ujarnya, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026 secara daring, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga
OJK Sebut BOPO Industri Modal Ventura Membaik, tapi Efisiensi Masih Perlu Ditingkatkan
Di tengah proses penyempurnaan regulasi tersebut, kinerja industri modal ventura mulai menunjukkan perbaikan dari sisi penyaluran pembiayaan. Per Mei 2026, pembiayaan modal ventura tercatat tumbuh 0,09% secara year on year (yoy) menjadi Rp 16,36 triliun. Angka ini berbalik arah dibandingkan posisi April 2026 yang masih mengalami kontraksi sebesar 0,87% (yoy).
Meski begitu, lanjut Agusman, profitabilitas industri masih berada dalam tekanan. OJK mencatat, laba bersih industri modal ventura per Mei 2026 turun 5,01% (yoy) menjadi Rp 213,11 miliar.
Baca Juga
Industri Modal Ventura Bukukan Laba Rp 52,6 Miliar pada Januari 2026
Menurutnya, ruang pertumbuhan industri modal ventura masih terbuka hingga akhir tahun, seiring dengan pergeseran fokus pembiayaan menuju persaingan usaha yang memiliki prospek bisnis lebih berkelanjutan.
“Oleh karena itu perusahaan modal ventura terus didorong untuk tetap memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta melakukan investasi secara berhati-hati dan selektif guna menjaga kinerja industri,” kata Agusman.
