OJK Beberkan Tantangan Pengembangan dan Penguatan Industri Penjaminan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan sejumlah tantangan utama dalam pengembangan dan penguatan industri penjaminan di Indonesia. Tantangan tersebut mencakup aspek permodalan, ekosistem industri, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM).
Direktur Eksekutif Pengawasan Penjaminan, Dana Pensiun, dan Pengawasan Khusus OJK Asep Iskandar mengungkapkan, permodalan masih menjadi isu krusial bagi sebagian perusahaan penjaminan.
“Terdapat tantangan pengembangan dan penguatan industri penjaminan, yang pertama adalah permodalan dan ruang lingkup permodalan itu sendiri. Karena memang kita sudah atur besaran permodalannya berapa dan ada beberapa perusahaan penjaminan yang saat ini masih berusaha keras untuk bisa memenuhinya,” ujarnya, dalam sebuah webinar, Kamis (16/4/2026).
Selain itu, Asep menyoroti adanya perbedaan skala operasional perusahaan penjaminan, mulai dari yang berskala nasional hingga daerah. Hal ini turut memengaruhi kapasitas dan daya saing masing-masing perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.
Dari sisi ekosistem, OJK menilai perlu adanya tambahan perusahaan penjaminan untuk memperkuat kapasitas penjaminan di dalam negeri.
“Diharapkan hadir satu lagi ya ataupun mungkin bisa lebih banyak lagi perusahaan penjaminan ulang supaya bisa mengaksep kapasitas di dalam negeri,” kata Asep.
Ia juga mengakui bahwa tingkat edukasi dan literasi masyarakat terhadap industri penjaminan masih relatif rendah. Kondisi ini dinilai menjadi hambatan dalam memperluas pemanfaatan layanan penjaminan, khususnya bagi pelaku usaha.
Di sisi pengawasan, OJK telah menerbitkan pengaturan baru pada Desember 2025 terkait pengawasan lembaga penjaminan berbasis risiko. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan sekaligus memperkuat stabilitas industri.
“Terkait SDM juga ada isu tersendiri bagi industri penjaminan, terutama SDM yang memiliki keahlian spesifik yang baik di bidang underwriting, manajemen risiko, aktuaria, dan analitik data di sejumlah perusahaan penjaminan,” ucap Asep.
