Tugu Insurance Akui Ada Penyesuaian Tarif Premi Kesehatan Akibat Inflasi
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur Tugu Insurance, Tatang Nur Hidayat mengungkapkan, perusahaan melakukan penyesuaian tarif asuransi kesehatan. Keputusan ini diambil sebagai langkah penyesuaian seiring meningkatnya biaya kesehatan.
“Terdapat penyesuaian tarif namun lebih kepada penyesuaian terhadap claim experience dari customer,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, menjawab pertanyaan investortrust.id, belum lama ini.
Seperti diketahui, inflasi medis di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini berdampak ke industri asuransi, khususnya yang menyediakan produk asuransi kesehatan, seperti Tugu Insurance.
Meski begitu, lanjut Tatang, kenaikan ini tidak berdampak signifikan terhadap bisnis Tugu Insurance secara keseluruhan. Alasannya, lini asuransi kesehatan hanya mengkontribusi premi sekitar 1% dari total premi bruto perusahaan yang sebesar Rp 3,4 triliun pada September 2023.
Selain itu, lini kesehatan hanya bersifat akomodasi bisnis existing di grup. “Sehingga peningkatan inflasi medis tersebut kurang berdampak terhadap lini bisnis asuransi kesehatan di Tugu Insurance,” terang
Adapun, merujuk Survei Medical Trend Summary Mercer Marsh Benefits (MMB) bertema Health Trends 2023, medical trend rate atau atau biaya kesehatan di Indonesia terus naik, misalnya di 2021 sebesar 7,7%, kemudian pada 2022 yaitu 12,3%.
Sementara pada 2023, biaya kesehatan diperkirakan terus meningkat menjadi 13,6%. Prediksi ini juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan biaya kesehatan di Asia yang secara rata-rata 11,5% di tahun ini. (CR-13)

