Genjot Segmen Non Captive, Tugu Insurance (TUGU) Kejar Pertumbuh Premi 8%
JAKARTA, investortrust.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance (TUGU) membidik pertumbuhan premi sebesar 8% year on year (yoy) pada tahun 2024. Sedangkan laba operasional ditargetkan tumbuh 5% yoy.
Target itu disampaikan oleh Presiden Direktur Tugu Insurance, Tatang Nurhidayat dalam acara Public Expose 2023 yang digelar via Zoom, Senin (11/12/2023).
"Kami berharap walaupun target pertumbuhan ini baik premi maupun laba yaitu tadi 8% dan 5%, sebagaimana pencapaian tahun 2023, kami berharap nanti pencapaiannya lebih dari target yang ditetapkan,” ujar Tatang.
Baca Juga
Bos Tugu Insurance Pamer Likuiditas Saham TUGU Usai Stock Split
Seperti yang diketahui, Tugu Insurance mencatatkan kinerja yang baik di kuartal III-2023. Di mana, laba yang diatribusikan dari entitas induk meningkat sebesar 352% dari Rp 239 miliar menjadi Rp 1,08 triliun.
Kemudian, laba dari anak perusahaan juga meningkat sebesar 147% dari Rp 23 miliar di September 2022 menjadi Rp 57 miliar di September 2023.
Selain itu, Tugu Insurance juga menargetkan premi pada tahun 2024 dapat tumbuh 8% dibandingkan dengan proyeksi 31 Desember 2023.
Dalam laporan keuangan pada kuartal III-2023, dari sisi induk, perseroan berhasil mencatatkan kenaikkan premi bruto sebesar 26%, yaitu dari Rp 2,7 triliun pada September 2022 menjadi Rp 3,4 triliun pada September 2023.
Baca Juga
Inflasi Medis Jadi Salah Satu Penyebab Klaim Kesehatan Meningkat
Secara rinci, dari total premi bruto tersebut, sebesar 35% berasal dari captive business dan 65% berasal dari non captive business.
Adapun, terkait rencana bisnis tahun depan, Tugu Insurance mencanangkan untuk peningkatan di sektor non captive.
"Dan Tugu Insurance tetap mengoptimalkan produksi premi dari captive business dan juga terus meningkatkan kinerja dengan melakukan penetrasi ke market non captive business," imbuhnya. (CR-2)

