Premi Tugu Insurance (TUGU) Melesat, Begini Katalis dan Prospeknya
JAKARTA, investortrust.id – Premi bruto PT Asuransi Tugu Pratama Tbk (TUGU) optimistis bertumbuh signifikan sepanjang tahun 2023. Angka pertumbuhan diproyeksikan masih sejalan dengan capaian hingga kuartal III-2023.
Laporan kinerja keuangan TUGU hingga September 2023 menyebutkan premi bruto bertumbuh 15%, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 5,4 triliun. Pertumbuhan didukung hampir seluruh segmen.
Di antaranya, pertumbuhan premi bruto tahun 2023 paling banyak ditopang oleh premi bruto dari segmen rekayasa yang melesat 328% menjadi Rp 672 miliar dan segmen penerbangan yang tumbuh 127% menjadi Rp 486 miliar.
Baca Juga
Tugu Insurance Akui Ada Penyesuaian Tarif Premi Kesehatan Akibat Inflasi
Pertumbuhan premi juga disumbangkan segmen pengangkutan dan rangka kapal juga mengalami pertumbuhan dua digit sebesar 23% dan 25% dan secara total menyumbang 17% dari total premi bruto. Sementara itu premi bruto dari segmen kebakaran yang memberikan sumbangsih terbesar juga masih tumbuh meski hanya 2%.
Apabila mengacu pada dokumen public expose TUGU, total premi bruto (Induk) naik sebanyak 26% dari Rp 2,7 triliun hingga September 2022 menjadi Rp 3,4 triliun sampai September 2023.
Secara proporsi, pangsa segmen captive mencapai 35% atau turun dari periode tahun sebelumnya yang masih mencapai 43% yang menunjukkan bahwa segmen non-captive semakin besar kontribusinya.
“Porsi pangsa pasar non-captive yang semakin besar menunjukkan bahwa TUGU sukses ekspansi dan dengan komitmen untuk penetrasi ke pasar non-captive ke depan akan menjadi katalis positif untuk pertumbuhan premi dan menjadi pendorong pertumbuhan revenue” kata Sarkia Adelia analis Panin Sekuritas.
Sarkia optimis bahwa pertumbuhan premi sampai akhir tahun ini masih dapat in-line dengan performa yang sudah ditorehkan di sepanjang 2023.
Strategi Pendorong
Selain optimistis untuk kinerja 2023, Sarkia juga menilai bahwa TUGU sudah memiliki strategi untuk mendorong pertumbuhan premi ke depan terutama penetrasi segmen non-captive sembari mempertahankan sektor captive dengan optimalisasi melalui transformasi digital dan fokus menyasar segmen ritel yang memiliki peluang besar.
Riset Kiwoom Sekuritas juga memberikan catatan terkait dengan segmen ritel TUGU. Menurut Kiwoom sejak IPO pada tahun 2018, pangsa bisnis ritel TUGU meningkat signifikan dari 5,8% menjadi 9,3% pada tahun 2022.
Baca Juga
Laba Bersih Tugu Insurance Melonjak 334%, Tembus Rp 1,14 Triliun
Kiwoom Sekuritas memprediksi pangsa pasar premi bruto segmen ritel akan mencapai 10,7% di 2023 atau setara dengan Rp482 miliar atau tumbuh lebih dari 20% dibandingkan dengan tahun 2022.
Dari sisi premi neto, pertumbuhannya juga sejalan dengan premi bruto. Mengacu laporan keuangan Perseroan, total premi neto TUGU mencapai Rp2,3 triliun per akhir September 2023 atau tumbuh 15% dari September 2022 yang mencapai Rp2,0 triliun.
Sementara itu, total pendapatan TUGU hingga akhir September 2023 tercatat mencapai Rp 2,74 triliun tumbuh 24% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 yang mencapai Rp 2,21 triliun. Dalam riset Kiwoom Sekuritas, pendapatan TUGU di 2023 diestimasikan setidaknya mencapai Rp 3,65 triliun.

