Tugu Insurance (TUGU) Serap Dana Hasil IPO Rp 586 Miliar, Begini Rinciannya
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance (TUGU) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 586,09 miliar per Juni 2024.
Sebagai catatan, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk mencacatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 28 Mei 2018. Pada hajatan IPO tersebut, TUGU menerbitkan dan menawarkan sebanyak 177,77 juta lembar saham baru, dan meraih dana hasil IPO Rp 684,44 miliar.
Direktur Utama PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Tatang Nurhidayat menyampaikan, sisa dana hasil IPO yang masih dipegang Perseroan mencapai Rp 72,61 miliar. Dana tersebut disimpan dalam bentuk deposito pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).
“Sebanyak Rp 20,75 miliar sisa dana hasil IPO berbentuk deposito dengan bunga 6,35% pada BTN, sedangkan Sebagian besar pada deposito BRI dengan bunga 5,75% hingga 6% per tahun,’’ urai Tatang dalam laporan keterbukaan informasi yang dilansir, Kamis (18/7/2024).
Baca Juga
Adapun dana hasil IPO yang telah digunakan menurut dia telah dialokasikan untuk keperluan Infrastruktur Pemasaran sebesar Rp 184,43 miliar atau 28%. Kemudian sebesar Rp 184,43 miliar atau 28% untuk belanja IT & Operasional Lainnya.
Selanjutnya untuk kebutuhan Rebranding & Promosi Produk sebesar Rp 92,21 miliar atau sekitar 14% serta untuk Penyertaan Modal TuguRe sebesar Rp 125 miliar.
‘Untuk penyertaan modal TuguRe menurut Tatang pihaknya mengalokasikan 30% dana hasil IPO atau sekitar Rp 197,10 miliar, dengan terealisasi sebesar 125 miliar.
Terkait kinerja, Tugu Insurance mencetak laba usaha asuransi senilai Rp 267,73 miliar hingga April 2024. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 96,12% dari periode sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) mencapai Rp 136,51 miliar.
Baca Juga
Tugu Insurance Raih Premi Rp 1,97 Triliun, Naik 22,5% di Triwulan I 2024
Keuntungan tersebut berasal dari hasil underwriting dan investasi yang sudah dikurangi jumlah beban usaha. Pertumbuhan laba ini juga didukung bertambahnya pendapatan premi hingga hasil investasi dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.
Tugu Insurance juga mencatatkan peningkatan pendapatan premi neto menjadi Rp 504,44 miliar dalam empat bulan pertama tahun ini. Pemasukan tersebut tumbuh 55,55% (yoy) dari raihan periode sama tahun sebelumnya Rp 324,29 miliar.
Sedangkan hasil investasi yang diraih perseroan dalam perbandingan periode yang sama turut naik, yakni 33,52% (yoy) menjadi Rp 113,96 miliar. Pada saat yang bersamaan, perusahaan berhasil mempertahankan total beban usaha yang naik tipis 6,52% (yoy) menjadi Rp 149,14 miliar
Grafik Harga Saham TUGU secara Ytd:

