BRIN Ungkap Perilaku Tumbuhan Akibat Perubahan Iklim, Apa Maksudnya?
JAKARTA, investortrust.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, perubahan iklim telah menyebabkan perubahan perilaku dan fungsi tumbuhan.
“Fenomena perubahan iklim yang sekarang terjadi berdampak signifikan terhadap populasi tumbuhan di planet Bumi,” kata Periset Ekofisiologi dan Simbiosis Tumbuhan BRIN, Frisca Damayanti dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (08/09/2023).
Menurut Frisca, perubahan yang terjadi mencakup respons, metabolisme, reproduksi, interaksi, dan pertahanan suatu spesies tumbuhan. Hal itu dapat diketahui melalui riset-riset ekofisiologi dan simbiosis.
“Itu sangat fundamental sebagai salah satu upaya mengonservasi tumbuhan langka dari ancaman kepunahan,” tutur dia.
Baca Juga
Berdasarkan laporan yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO), tahun 2022 menempati peringkat ke-6 tahun terpanas dunia.
Periode 2015-2022 menjadi delapan tahun terpanas dalam catatan WMO. Pada awal Desember 2020 juga menempatkan tahun 2016 sebagai tahun terpanas (peringkat pertama). “Tahun 2020 sedang on the track menuju salah satu dari tiga tahun terpanas yang pernah dicatat,” ujar dia.
Baca Juga
Akademisi Universitas Kyoto Jepang Masaru Kobayashi mengungkapkan, perubahan iklim membuat beberapa jenis tumbuhan tropis mengalami kekurangan mikronutrien unsur boron (B) dan silikon (Si).
Sejauh ini, menurur dia, belum ada unsur lain yang bisa menggantikan kekurangan mikronutrien unsur boron dan silikon tersebut.
"Hal ini terbukti sangat memengaruhi proses pertumbuhan sorgum dan beberapa jenis tanaman lain," kata Kobayashi.
Pada 2022, Indonesia telah menyampaikan enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) dengan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% dengan kemampuan sendiri dan 43,20% atas bantuan internasional.
NDC merupakan dokumen yang memuat rencana aksi iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

