BRIN Ungkap Rencana Aksi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim terhadap Sumber Daya Air
JAKARTA, investortrust.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan perubahan iklim memiliki dampak yang luar biasa terhadap sumber daya air (SDA). Maka dari itu, perlu dibuat rencana aksi nasional pengendalian perubahan iklim terhadap sumber daya air untuk mengatasi persoalan ini.
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Mego Pinandito menyebutkan, perubahan iklim yang disebabkan oleh peningkatan suhu permukaan bumi memberikan dampak terhadap proses hidrologi dan sumber air itu sendiri, serta perubahan siklus air.
“Inilah yang memberikan dampak yang luar biasa, di mana curah hujan di satu daerah intensitasnya tinggi, sehingga menyebabkan banjir. Sedangkan pada daerah yang musim keringnya memanjang, maka kekeringan menjadi sangat berat,” kata Mego Pinandito dalam Konferensi Pers Riset dan Inovasi, Solusi Krisis Air, Rabu (13/3/2024).
Baca Juga
BRIN: Persiapan Pembangunan IKN Terburu-buru, Bikin Warga Lokal Kaget
Menurut Mego Pinandito, jika persoalan ini terus dibiarkan maka akan berdampak terhadap pembangunan dan kehidupan masyarakat. Ia menekankan air merupakan salah satu unsur utama dalam menghasilkan pangan, baik di pertanian maupun di ladang.
“Lalu air juga menjadi sumber energi dengan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Dan juga kalau airnya tercemar, kita akan bicara masalah kesehatan. Belum lagi kalau kekurangan air itu sendiri akan menyebabkan masalah kesehatan juga,” sebutnya.
Maka dari itu, untuk mengatasi persoalan ini perlu adanya rencana aksi nasional pengendalian perubahan iklim terhadap sumber daya air. Salah satunya adalah dengan meningkatkan manajemen prasarana sumber daya air guna mendukung penyediaan air dan ketahanan pangan.
Baca Juga
Kelangkaan Air Terjadi, BRIN Sebut Butuh Badan Pengelola Air Tanah
“Kemudian mengembangkan suatu manajemen untuk mengantisipasi risiko kebencanaan, baik itu bencana banjir, ataupun tanah longsor, hingga kekeringan. Di sisi yang lain kita juga meningkatkan manajemen dan pengembangan prasarana sumber daya air untuk pengendalian daya rusak air,” paparnya.
Selain itu, upaya yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat tentang penyelamatan air. Dan terakhir adalah meningkatkan penyediaan dan akses terhadap data dan informasi terkait dampak perubahan iklim.

