Jasa Armada Indonesia (IPCM) Berlayar Menuju Bisnis Berkelanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Berbicara soal keberlanjutan kini bukan lagi sekadar bicara lingkungan. Bagi PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), menjaga lingkungan, memperhatikan masyarakat, serta memperkuat tata kelola kini berjalan beriringan dengan upaya penciptaan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sebagai perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan lagi sekadar tren wacana, melainkan fondasi utama bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan bisnis IPCM di masa depan.
Co-founder and Senior Advisor A+ CSR Indonesia sekaligus Chairperson of Advisory Board, Social Investment Indonesia Jalal menilai lanskap investasi global telah berubah secara drastis, para investor institusional kini mewajibkan kepatuhan ESG yang ketat sebelum menyalurkan dana mereka.
"IPCM yang secara konsisten menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dan transparansi pelaporan keberlanjutan secara otomatis memosisikan dirinya sebagai aset investasi berisiko rendah yang sangat menarik di pasar modal modern," kata Jalal saat dihubungi investortrust.id, beberapa waktu lalu.
Baca Juga
PLN dan Pelindo Siapkan 24 Unit OPS untuk Pelabuhan Tanjung Priok
Jalal juga menyoroti pentingnya ESG juga terlihat dari akses IPCM terhadap pembiayaan hijau (green financing) dan kemitraan strategis jangka panjang. Jalal menekankan klien utama IPCM, yakni perusahaan pelayaran raksasa global, saat ini sedang berlomba-lomba mencapai target Net-Zero Emission (NZE). "Mereka pasti akan memrioritaskan vendor layanan maritim yang memiliki rekam jejak ESG yang terverifikasi," ungkap Jalal.
IPCM telah menyadari hal ini dengan aktif melakukan ESG Capacity Building bersama berbagai institusi pakar untuk memastikan bahwa seluruh jajaran manajemen dan operasionalnya memiliki kompetensi yang mumpuni. Hal ini, kata Jalal, menjadikan IPCM sebagai mitra strategis yang tak tergantikan dalam rantai pasok maritim global.
Sebagai seorang yang mengamati keberlanjutan perusahaan, Jalal mendapati bahwa IPCM telah melakukan transformasi yang menarik dalam mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam operasionalnya di berbagai wilayah kepulauan.
Jalal menyebut IPCM yang berfokus pada jasa pemanduan dan penundaan kapal di bawah naungan Pelindo Group, tidak lagi memandang lingkungan sebagai beban biaya, melainkan sebagai pendorong inovasi. "Salah satu bukti paling nyata adalah penerapan teknologi motor hibrida pada kapal-kapal pandu mereka untuk mendukung konsep Green Shipping. Langkah strategis ini secara signifikan menekan konsumsi bahan bakar fosil dan mereduksi emisi karbon di area pelabuhan yang secara historis memiliki tingkat polusi udara yang tinggi," tutur dia.
Baca Juga
Kejar 'Green Port' 2030, Pelindo Uji Emisi 500 Kendaraan di 4 Pelabuhan
Selain modernisasi armada, IPCM sangat aktif dalam restorasi ekosistem pesisir melalui program penanaman mangrove masif. Pada akhir tahun 2025 lalu, IPCM berkolaborasi menanam 2.000 pohon mangrove pada wilayah pesisir, Pantai Bahagia, Bekasi bersama mitra strategisnya untuk mewujudkan ekosistem pelabuhan yang berkelanjutan. Inovasi hijau ini melengkapi aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Ecomarine Muara Angke sebelumnya, yang membuktikan bahwa komitmen lingkungan mereka bersifat jangka panjang, partisipatif, dan sangat terukur sehingga dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Lebih jauh, integrasi ini didukung oleh tata kelola perusahaan yang transparan. IPCM secara rutin menerbitkan laporan keberlanjutan yang mengacu pada regulasi ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memastikan bahwa setiap metrik lingkungan dapat dipertanggungjawabkan kepada para pemangku kepentingan.
"Menariknya, komitmen hijau ini sejalan dengan kinerja finansial yang solid, di mana IPCM mampu mencatatkan laba bersih yang kuat dan konsisten membagikan dividen, membuktikan bahwa bisnis dapat tumbuh pesat sambil menjaga kelestarian alam," ujar Jalal.
Menurut Jalal, pendekatan komprehensif dan terintegrasi ini pada akhirnya menempatkan IPCM sebagai perintis transisi energi dan operasional hijau di sektor jasa maritim Indonesia. Langkah strategis IPCM ini menjadi sangat krusial bagi posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dan poros maritim dunia. Mereka tidak hanya beroperasi, tetapi juga menyentuh aspek sosial melalui filosofi CSR "Kemanusiaan, Cinta, dan Budaya" yang secara inheren mendukung kelestarian lingkungan hidup.
Dengan memadukan adopsi teknologi hibrida, restorasi mangrove, dan pelaporan tata kelola yang ketat, IPCM telah merumuskan cetak biru operasional pelabuhan hijau yang cukup komprehensif dan layak ditiru oleh perusahaan maritim lainnya di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga
RUU Sistranas Masih Digodok, Kemenhub: 'On the Way' ke Prolegnas
Atas kinerja komitmen dan kerja keras seluruh Insan IPCM dalam mengintegrasikan prinsip ESG, IPCM meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang ESG Initiative Awards 2025. Dalam ajang yang diikuti lebih dari 250 perusahaan di Indonesia, IPCM berhasil meraih predikat Gold untuk kategori Best Energy Transition Program yang diterima langsung oleh Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita yang juga sekaligus menerima penghargaan predikat Diamond sebagai Best ESG Women Leader, selanjutnya predikat Gold untuk kategori Best Employee Wellbeing & Development Strategy yang diterima oleh Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCM, Dessy Emastari Prihatiningtyas.
Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita mengapresiasi penghargaan tersebut, karena menjadi bukti nyata atas komitmen dan kerja keras seluruh Insan IPCM dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis Perusahaan, diantaranya melalui penggunaan Biosolar B40, Shore Connection, dan pengembangan kapal ramah lingkungan berbasis tenaga surya (solar panel) yang telah diimplementasikan pada tiga motor pandu IPCM.
Sementara itu, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCM Dessy Emastari Prihatiningtyas menambahkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari sinergi seluruh tim dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif melalui berbagai program employee wellbeing guna meningkatkan kesehatan, kebahagiaan, dan pertumbuhan profesional karyawan yang berorientasi pada keberlanjutan.
"Berbagai kategori penghargaan yang IPCM terima ini, menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi dalam menjalankan strategi bisnis yang berprinsip ESG. IPCM percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya sebuah tren, melainkan fondasi penting untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan," kata Shanti Puruhita.
