Pertamina Dukung GO-SARI Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi Warga
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Warga Guwosari, Pajangan, Bantul, mengubah persoalan sampah rumah tangga menjadi kegiatan produktif melalui TPS 3R GO-SARI yang mengolah hingga 3,5 ton sampah per hari. Dukungan energi surya membuat biaya operasional pengolahan sampah ikut turun dan membuka ruang bagi ekonomi warga.
Persoalan sampah menguat setelah pemerintah daerah menutup tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan. Kondisi itu mendorong masyarakat mencari cara agar sampah tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan, melainkan dapat diselesaikan sejak dari sumbernya.
Pengembangan model tersebut mendapat dukungan PT Pertamina Patra Niaga sejak 2022. Perusahaan mengarahkan dukungan agar pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai program lingkungan, tetapi berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang dapat dijalankan masyarakat secara mandiri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Taufik Kurniawan mengatakan keberlanjutan program menjadi perhatian utama dalam pendampingan GO-SARI.
Baca Juga
Subsidi LPG 3 Kg Makin Tepat Sasaran, Pertamina Gandeng Dukcapil Validasi NIK
“Kita tentunya tidak ingin setelah Pertamina pergi, program yang sudah sangat bagus ini berlalu begitu saja, ssehingga kami tidak hanya memberikan program CSR, tetapi juga memandirikan mereka,” ujar Taufik dikutip Jumat (14/8/2026).
Di TPS 3R GO-SARI, sekitar 3–3,5 ton sampah rumah tangga dipilah setiap hari. Sebagian diolah menjadi kompos dan pakan ternak, sebagian lain masuk ke rantai daur ulang, sementara plastik jenis HDPE diubah menjadi produk seperti meja, kursi, rak, dan pot bunga.
Model tersebut kini melayani sekitar 1.500 rumah tangga dan membuka pekerjaan bagi 27 warga setempat. Berbagai aktivitas pengolahan sampah juga menghasilkan pendapatan sekitar Rp 98 juta per bulan.
Cara pengelolaan di GO-SARI dibuat sederhana agar mudah diterapkan masyarakat. Sampah dikelompokkan menjadi “bosok, rosok, popok, dan bodongkok”, istilah lokal yang membantu warga mengenali jenis sampah sebelum masuk ke proses pengolahan.
Sampah organik, misalnya, diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan untuk budidaya maggot black soldier fly (BSF). Larva tersebut kemudian digunakan sebagai pakan ikan dan ternak.
Salah satu kegiatan yang berkembang adalah peternakan sekitar 458 ayam petelur. Dari kegiatan tersebut, GO-SARI mampu menghasilkan sekitar 27 kilogram telur per hari.
Sementara itu, sampah plastik HDPE mendapat perlakuan berbeda. Material tersebut diproses menjadi eco furniture yang kemudian memiliki nilai jual dan memperpanjang masa manfaat sampah yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan.
Sampah Diolah, Energi Ikut Diubah
Perjalanan GO-SARI kemudian berkembang dari sekadar pengelolaan sampah menjadi ekosistem yang menggabungkan lingkungan, ekonomi, dan energi bersih.
Pada 2026, TPS 3R GO-SARI mendapat dukungan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas 6,6 kWp yang dilengkapi baterai 10 kWh. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk mendukung berbagai peralatan pengolahan sampah.
Pemanfaatan energi surya tersebut langsung terasa pada biaya operasional. Local Hero Program Desa Energi Berdikari GO-SARI sekaligus pengelola TPS 3R GO-SARI Hendry mengatakan tagihan listrik yang sebelumnya mencapai Rp 3,5 juta–Rp 4 juta per bulan turun menjadi sekitar Rp 1,5 juta–Rp 2 juta.
“Dengan dibantu PLTS, kebutuhan listrik kami bisa dihemat sampai sekitar 60 persen. Teman-teman juga tetap bisa bekerja ketika terjadi pemadaman listrik,” ujar Hendry.
Manfaat ekonomi juga dirasakan langsung oleh pekerja. Ardian Sajidanto, yang telah bekerja hampir 2,5 tahun di TPS 3R GO-SARI, mengatakan pendapatan dari pekerjaan tersebut membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. “Dari segi pendapatan, Alhamdulillah bisa membantu ekonomi saya dan keluarga. Bisa untuk membeli susu anak juga,” ujar Ardian.
Baca Juga
GO-SARI juga tidak hanya melibatkan pekerja tetap. Pengelolaan sampah dikembangkan dengan melibatkan kelompok lansia serta warga binaan Rutan Kelas IIB Bantul untuk mengolah plastik menjadi eco furniture.
Aktivitas tersebut memperluas manfaat program sekaligus menciptakan ruang bagi lebih banyak kelompok masyarakat untuk terlibat dalam rantai ekonomi sampah.
Digitalisasi juga mulai masuk ke layanan persampahan. Melalui aplikasi Gosari Lestari, masyarakat dapat mengakses layanan pembayaran persampahan, tabungan sampah anorganik, serta pemasaran produk hasil pengolahan.
Pengembangan ekosistem tersebut kemudian diperkuat dengan dukungan sosial dan perlindungan pekerja. Pada 12 Agustus 2026, Pertamina menyerahkan secara simbolis dukungan PLTS Program Desa Energi Berdikari serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja TPS 3R GO-SARI.
Pada kesempatan yang sama, sebanyak 771 paket sembako disalurkan kepada masyarakat prasejahtera di sekitar wilayah program.

