Kementerian ESDM Paparkan Peluang Implementasi Energi Laut, Simak Rinciannya
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan pemutakhiran data potensi praktikal arus laut, gelombang laut, dan potensi praktikal panas laut pada 2022.
Berdasar studi tersebut ditemukan potensi sebesar 63 Giga Watt (GW) dengan potensi arus laut 20,01 GW, gelombang laut 1,99 GW, dan panas laut 41 GW.
“Telah ada pemutakhiran data potensi praktikal arus laut, gelombang laut, dan panas laut pada tahun 2022 yaitu arus laut 20,01 GW di 17 lokasi, gelombang laut 1,99 GWdi 23 lokasi, dan panas laut 41 GW di 17 lokasi,” ujar Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan (EBT), Feby Misna kepada Investortrust.id, Selasa (5/12/2023).
Ia menjelaskan bahwa data tersebut merupakan data potensi praktikal dari data potensi teoritis yang mencapai 4.531,82 GW. Rinciannya, masing-masing potensi arus laut 142,97 GW, gelombang laut 141,47 GW, dan panas laut 4.247,38 GW.
Baca Juga
Sedangkan dari potensi 63 GW tersebut, terdapat beberapa rencana proyek pembangkit listrik tenaga air laut (PLTAL) yang masuk dalam list potensi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) seperti antara lain PLTAL Selat Bali 10 Mega Watt (MW), PLTAL Selat Alas 10 MW, PLTAL Selat Lombok 10 MW, dan PLTAL Selat Larantuka 10 MW.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi energi laut sebesar 63 GW.
“Energi laut yang dimiliki Indonesia sebesar 63 Giga Watt. Sekarang pembangkit PLN seluruh Indonesia itu angkanya 73 Giga Watt, nah kita punya potensi energi laut sebesar 63 Giga Watt, bisa dong dua kali lebih besar dari yang sekarang,” papar Dadan pada Oceanovation Temu Netizen Ke-18 Road to Hari Nusantara 2023, Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (4/12/2023). (CR-4)
Baca Juga
Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 99,74%, Kementerian ESDM Bilang Begini

