Pemanfaatan Energi Laut Bantu Pencapaian Target NZE, Begini Penjelasan Kementerian ESDM
JAKARTA, investortrust.id – Meski Indonesia memiliki potensi energi laut yang melimpah, namun pemanfaatannya masih minim.Padahal, energi laut menjadi sumber energi terbarukan untuk pembangkit listrikdan membantu pencapaiantarget Net Zero Emission (NZE).
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana mengungkap bahwa hingga kini sektor ESDM masih menghasilkan emisi sebesar 129 juta ton CO2. Memanfaatkan potensi energi laut yang ada di Indonesia, lanjut dia, dapat membantu pemerintah untuk mencapai target NZEpada 2060
“Dengan laut bisa menyerap 188 juta ton CO2eq, kita positif bisa memastikan NZE di tahun 2060 tanpa terjadi pengereman dari pertumbuhan ekonomi kita. Indonesia bisa bersaing, kompetitif, dan menjadi negara maju di tahun 2045,” jelas Dadan di acara Temu Netizen ke-18, Road to Harnus: Oceanovation, Senin (4/12/2023).
Baca Juga
Kementerian ESDM menyelenggarakan Temu Netizen Ke-18 Road to Hari Nusantara 2023: Oceanovation untuk merayakan Hari Nusantara 2023, sebagai salah satu pemanfaatan potensi energi laut.
Hari Nusantara akan digelar pada 10-13 Desember 2023, dengan puncaknya pada 13 Desember 2023 di Pulau Tidore, Maluku Utara.
“Maka dari itu yang diundang adik-adik yang secara usia masih muda, biasanya memiliki inovasi-inovasi, kreativitas, bagaimana kita akan mengisi khususnya dari sektor ESDM untuk memperkuat, untuk mengisi, dan untuk menyukseskan program pemerintah terkait dengan kemaritiman,” ujar Dadan Kusdiana.
Baca Juga
Kementerian ESDM Paparkan Peluang Implementasi Energi Laut, Simak Rinciannya
Dia menjelaskan bahwa Kementerian ESDM akan terus berupaya menyediakan energi bagi masyarakat dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
Saat ini, tantangan yang dihadapi untuk memberikan energi di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) adalah jangkauan transmisi, sulitnya medan, penerimaan masyarakat akan teknologi baru, serta dibutuhkannya biaya dan effort yang besar.
“Jangkauan transmisi, sulitnya medan, penerimaan masyarakat akan teknologi baru, membutuhkan biaya dan effort yang tidak sedikit. Energi terbarukan memanfaatkan sumber energi setempat menjadi salah satu solusi,” tegasnya.
Baca Juga
ESDM: Ada Investor Tertarik Kembangkan Energi Laut di Selat Larantuka
Sementara itu, Indonesia bagian timur memiliki potensi energi laut, dari arus dan gelombang laut yang besar, yang didominasi dari 17 titik energi arus laut dan 22 titik potensial energi gelombang laut. Dengan potensi arus laut terbesar terletak di Selat Larantuka dan Selat Pantar di NTT. (CR-4)

