PT ABEB Operasikan Pabrik Baterai Nikel 20.000 Ton di KEK Setangga Kalsel
Poin Penting
|
TANAH BUMBU, investortrust.id — PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB), perusahaan di bidang industri baterai berbasis nikel, mengoperasikan fasilitas industri baterai berbasis nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (13/1/2026) berkapasitas produksi hingga 20.000 ton ternary precursor per tahun.
Ternary precursor merupakan bahan antara dalam produksi material katoda baterai lithium yang digunakan dalam industri kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Produk yang dihasilkan PT ABEB ditujukan untuk pasar ekspor dan menjadi bagian dari rantai pasok industri baterai global.
Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, pengembangan industri pengolahan mineral melalui hilirisasi memberikan kontribusi strategis bagi Indonesia.
“Pada 2026, produksi bahan baku baterai ini diharapkan menjadi terobosan strategis bagi Indonesia dalam mendukung penguasaan teknologi, termasuk teknologi pertahanan,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (14/1/2026).
Adapun, PT ABEB terhubung dengan CNGR Advanced Material Co., Ltd. (CNGR grup) yang mencakup produsen material baterai, manufaktur baterai, hingga industri otomotif global.
Baca Juga
Dari sisi kawasan, hingga kuartal III 2025 realisasi investasi di KEK Setangga mencapai Rp 4,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.001 orang. “KEK Setangga ditargetkan dapat menjadi episentrum industri dengan total rencana investasi mencapai Rp 67,69 triliun dan potensi penciptaan lapangan kerja bagi lebih dari 78.000 orang hingga 2053,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang.
Sementara itu, Chairman of CNGR Deng Wei Ming menyampaikan, pabrik PT ABEB diproyeksikan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung setelah beroperasi penuh. “Dalam seluruh tahapan pembangunan dan operasional, kami berkomitmen mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia serta menerapkan teknologi produksi bersih,” ujar dia.
Dengan berkembangnya kegiatan industri di KEK Setangga, kawasan ini diharapkan dapat menjadi kontributor strategis dalam pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Denas KEK) mencatat realisasi investasi di 25 KEK seluruh Indonesia mencapai Rp 314 triliun hingga kuartal III 2025. Plt Sekretaris Jenderal Denas KEK, Rizal Edwin Manansang menyampaikan, capaian tersebut tumbuh 29,48% (year on year/yoy) dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 242,5 triliun. “KEK mencatat investasi kumulatif sebesar US$ 18,8 miliar atau Rp 314 triliun,” papar Edwin dalam Indonesia Special Economic Zone (SEZ) Business Forum 2025 di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga
RI- Pakistan Sepakat Menuju CEPA 2027, Perluas Kerja Sama Ekonomi Strategis
Edwin menjelaskan peningkatan investasi itu turut mendorong penciptaan lebih dari 237.000 lapangan kerja, naik dari posisi akhir kuartal III 2024 sebanyak 151.260 tenaga kerja. “Pada tahun ini saja, KEK melampaui target penyerapan tenaga kerja dengan menciptakan lebih dari 79.000 lapangan pekerjaan dan mencatat ekspor sekitar US$ 5,43 miliar,” tutur dia.

