AHY: Tata Ruang Harus Jadi Panglima Pembangunan Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya penataan ruang wilayah sebagai panglima dalam arah pembangunan nasional.
Menurut AHY, pengabaian terhadap tata ruang kerap menjadi penyebab munculnya bencana, seperti banjir akibat kerusakan di kawasan hulu. Ia menekankan perlunya keseimbangan antara pengembangan industri, pembangunan permukiman, dan pelestarian lahan pertanian maupun kawasan hutan.
“Kita sedang mengawal bagaimana tata ruang wilayah itu benar-benar harus menjadi panglima pembangunan. Terlalu sering kita mendengar berita karena tata ruang diabaikan menimbulkan bencana, menimbulkan banjir, hulu rusak, hilir yang menjadi korban,” kata AHY di kantornya, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
AHY menyebut semakin sempitnya lahan dan bertambahnya jumlah penduduk menimbulkan tantangan besar dalam pemanfaatan ruang. Untuk itu, pemerintah harus mampu menengahi kebutuhan pembangunan dengan upaya menjaga ketahanan pangan dan kelestarian alam.
“Kita ingin mengembangkan industri dan permukiman, tetapi di sisi lain sawah harus dijaga agar tidak berkurang karena kita menuju swasembada pangan. Hutan pun harus dijaga demi kelestarian alam dan keberlanjutan,” tandasnya.
Dalam pertemuan dengan Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah, AHY juga menyinggung peresmian Sekolah Pembangunan Berkelanjutan di UI yang sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Baca Juga
Dia menegaskan, isu keberlanjutan (sustainability) kini menjadi topik global yang tidak dapat dipisahkan dari agenda kesejahteraan (prosperity). “Hampir setiap minggu saya diundang bicara soal sustainability, baik di Hainan, Stanford, maupun di KTT BRICS di Brasil. Prosperity dan sustainability adalah satu paket yang harus dijalankan bersama, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,” pungkas AHY.

