Apindo: Deregulasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah Pemerintahan Prabowo-Gibran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anne Patricia Sutanto mengatakan masalah deregulasi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Harapan kita adalah deregulasi perizinan,” kata Anne, saat diskusi Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Anne menjelaskan tanpa adanya regulasi, upaya penempatan likuiditas sebesar Rp 200 triliun di bank himbara dan penurunan suku Bank Indonesia (BI) akan menjadi percuma.
Anne menyoroti lambatnya birokrasi dan perizinan yang kompleks sehingga menambah perizinan. Anne memaparkan waktu untuk mendaftarkan perusahaan asing di Indonesia dapat mencapai waktu 65 hari, sementara biaya pemenuhan persyaratan ekspor bernilai 35% dari nilai barang, serta perusahaan yang merasa harga produknya diatur pemerintah mencapai 44%.
Baca Juga
Lembaga Kajian Prasasti Beri Predikat 'Cukup Baik' 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
“Ini semua PR-nya bangsa kita, bangsa kita, bukan hanya pengusaha, bukan hanya pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah juga publik dan pekerja,” ujar dia.
Menurut Anne, pemberian bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 300 ribu per keluarga memang diperlukan. Tetapi, lebih penting, keluarga tersebut seharusnya didorong untuk menghasilkan minimal Rp 3 juta per keluarga.
Untuk itu, Anne meminta pemerintah melakukan perbaikan sejumlah masalah struktural. “Dengan perbaikan ini, itu bisa memberikan daya saing Indonesia yang jauh lebih tinggi dari negara-negara lain,” ucap dia.

