Menkominfo Beberkan Pekerjaan Rumah di Akhir Pemerintahan Jokowi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus dia selesaikan jelang berakhirnya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2024 mendatang.
Ditemui usai peluncuran film dokumenter Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) 'Derang Daring', Jumat (30/8/2024) di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Budi Arie mengatakan pekerjaan rumah terbesar yang masih harus diselesaikan adalah belum meratanya akses internet ke seluruh wilayah Indonesia.
“Kita harus memastikan seluruh Indonesia konektivitas digitalnya memadai. Karena konektivitas ini menjadi isu utama bagi kita selain isu kecepatan (koneksi internet), kualitas (koneksi internet) dan sebagainya,” katanya.
Baca Juga
Menkominfo Jamin Kualitas Layanan Telekomunikasi di GBK Saat Misa Agung Paus Fransiskus
Budi Arie menyebut Jokowi telah mengarahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi, khususnya di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).
Salah satunya adalah pembangunan menara stasiun pemancar atau base transceiver station (BTS) di wilayah 3T oleh Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).
Selain itu, operator seluler juga ikut bahu membahu memperluas jangkauan layanannya hingga ke pelosok Nusantara. Demikian halnya dengan penyedia layanan internet atau internet service provider (ISP) yang terus memperluas jaringan internet tetap (fixed broadband) bebasis kabel serat optik.
Lebih lanjut, Budi Arie mengatakan bahwa pekerjaan rumah untuk mendorong transformasi digital di Tanah Air tidak akan selesai. Siapapun yang mengemban jabatan sebagai Menkominfo tetap akan mendapatkan tugas tersebut.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Ungkap Penyebab Penurunan Penjualan Alat Berat 29% per Juli 2024
"Enggak ada yang bilang selesai dan nggak ada yang belum selesai, harus dilanjutkan. Jadi harus bergerak terus. Seperti data, data kan dinamis, berkembang. Nah, transformasi digital juga harus berkembang," tuturnya.
Sebelum pergi, Budi Arie ditanya soal kemungkinannya bergabung dengan kabinet baru. Dengan singkat, dia menjawab itu adalah hak prerogatif dari Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
"Wah, kalau itu hak prerogatif Pak Prabowo," ujarnya sambil berlalu.

