Bangun Ekosistem Halal Nasional, Kemenperin Fokus Atasi Tantangan Bahan Baku
Poin Penting
|
KAB. TANGERANG, investortrust.id - Pemerintah terus memperkuat langkah membangun ekosistem industri halal nasional yang berdaya saing global. Salah satu fokus utama saat ini adalah penyederhanaan proses sertifikasi bahan baku agar tidak menjadi penghambat pertumbuhan industri dalam negeri.
Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, Emmy Suryandari mengatakan pengadaan bahan baku masih menjadi tantangan besar dalam pengembangan industri halal. Pasalnya, seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir wajib memenuhi standar sertifikasi halal.
“Kalau kita bicara bahan baku itu memang menjadi salah satu kendala. Karena kan memang kalau kita bicara sesuatu yang tersertifikasi halal kan memang harus ada sertifikat halalnya,” ujar Emmy usai memberi kuliah singkat di Halal Indo 2025, ICE BSD, Kab. Tangerang, Jumat (26/9/2025).
Ia menambahkan, tantangan tersebut tak hanya muncul di tahap produksi akhir, tetapi juga sejak awal rantai pasok. Proses sertifikasi dari bahan baku hingga produk jadi kerap memakan waktu dan biaya, sehingga berpotensi menekan daya saing industri lokal.
“Dari hulu ke hilir itu yang memang menjadi salah satu tantangan. Dan ini juga yang hampir sama dengan sertifikat TKDN sebetulnya,” jelasnya.
Baca Juga
Wisatawan Indonesia Hadirkan Peluang Besar Bagi Pasar Pariwisata Halal Global
Kemenperin, kata Emmy, kini terus berkoordinasi dengan lembaga berwenang dalam penanganan sertifikasi halal. Upaya tersebut bertujuan untuk menyederhanakan prosedur tanpa mengurangi standar, sehingga industri domestik tidak dirugikan di tengah persaingan pasar global.
“Sudah ada komunikasi yang cukup intens antara Kementerian Perindustrian dengan badan yang berwenang untuk menangani sertifikasi industri halal terkait bagaimana kita bisa memastikan permasalahan sertifikasi bahan baku itu bisa dibuat lebih simplifikasi,” terangnya.
Ia menegaskan, langkah penyederhanaan sangat penting dilakukan mengingat Indonesia akan menghadapi produk-produk impor yang telah lebih dulu bersertifikasi halal. “Karena memang yang kita hadapi nantinya adalah juga produk impor yang sudah bersertifikasi halal,” tutup Emmy.

