Ini Tiga Cara Anies Atasi Impor Bahan Baku Alat Kesehatan dan Farmasi
JAKARTA, Investortrust.id - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan memaparkan cara mensubstitusi bahan baku farmasi dan alat kesehatan Tanah Air yang mengandalkan impor. Tiga langkah tersebut dipaparkan Anies untuk menjawab pertanyaan dari Waketum Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana Kadin Indonesia, Suryani S. Motik yang menanyakan kondisi bahan baku alat kesehatan yang masih mengandalkan impor.
Anies mengatakan perlu dialog dengan pelaku usaha farmasi untuk menentukan kebijakan yang tepat.
“Pertama bicara dengan pelaku usaha. Jangan merasa paling tahu,” kata Anies, saat dialog Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar Kadin Indonesia, di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Anies mengatakan dialog akan menentukan benchmarking, kebijakan dari negara mana yang bisa diterapkan di Indonesia. Menurut dia, saat terpilih nanti, diperlukan by passing karena Indonesia telah kalah dan terlambat dalam pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan.
“Kita kalah dengan beberapa negara misalnya dengan India. Di mana harga-harga obat di sana sangat murah, alat-alat kesehatan terjangkau. Sementara kita, harganya jauh di atasnya,” ujar dia.
Cara ketiga, kata Anies, yaitu pentingnya menyeriusi bahan baku dalam negeri yang dapat mengganti bahan baku farmasi atau alat kesehatan dari luar negeri. Langkah ini perlu dipercepat sehingga industri bisa segera memproduksi alat kesehatan dan farmasi dalam negeri.
“Kami ada beberapa catatan terkait ini. Menambah produsen bahan baku obat yang difasilitasi menggunakan change source. Kami melihat target penurunannya BBO (Bahan Baku Obat) 20% per tahun. Bertahap,” kata dia.
Harapannya, kata Anies, penggantian produsen bahan baku obat ini bisa bertambah dua kali lipat jika tata kelola diperbaiki.

