Impor Tumbuh 0,46% pada November 2025, Impor Bahan Baku Turun -3,56% YoY
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan impor pada November 2025. Pada bulan tersebut, impor tumbuh 0,46% secara tahunan di posisi US$ 19,86 miliar.
Peningkatan impor ini ditopang oleh impor minyak dan gas atau migas sebesar 11,19% secara tahunan yang sebesar US$ 2,86 miliar. Sementara itu, impor non migas senilai US$ 17 miliar mengalami penurunan sebesar 1,15% secara tahunan.
“Peningkatan impor secara tahunan didorong oleh peningkatan impor migas dengan andil sebesar 1,46%” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, saat rilis data BPS, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Pada November 2025, terjadi penurunan impor pada komponen dua penggunaan yaitu impor barang konsumsi dan impor bahan baku. Impor barang konsumsi turun 1,76% secara tahunan dengan nilai sebesar US$ 1,99 miliar dan impor bahan baku turun 3,56% secara tahunan dengan nilai sebesar US$ 13,6 miliar.
Baca Juga
BPS: Neraca Dagang November Surplus US$ 2,66 Miliar, Bertahan 67 Bulan Beruntun
“Nilai barang modal naik 17,27% secara tahunan pada November 2025 dengan andil peningkatan 3,18%” kata dia.
Secara kumulatif, impor pada Januari-November 2025 tumbuh sebesar 2,03% secara tahunan. Impor kumulatif tercatat sebesar US$ 218,02 miliar. Impor migas tercatat melorot dalam sebesar 10,81% secara tahunan ke posisi US$ 29,42 miliar. Sementara itu, impor nonmigas tercatat tumbuh 4,37% secara tahunan di posisi sebesar US$ 188,61 miliar.
Peningkatan nilai impor secara kumulatif Januari-November 2025 terjadi pada barang modal. Impor barang modal meningkat 18,54% secara tahunan sehingga total mencapai US$ 44,81 miliar.
Di sisi lain, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong turun. Impor barang konsumsi turun 2,02% ke posisi US$ 20,01 miliar dan impor bahan baku turun 1,46% ke posisi US$ 153,2 miliar.

