Ini Strategi Anies Baswedan Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Baku
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan mengakui, transisi dari ketergantungan bahan baku impor ke substitusi impor bukan hal mudah. Meski begitu, ia sudah memiliki sejumlah strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku.
Anies menegaskan, pada prinsipnya keberlangsungan industri harus tetap dijaga meski sedang berada dalam masa transisi menuju substitusi impor. Alhasil, jangan sampai karena menolak bahan baku impor justru mematikan industri yang sedang berjalan.
“Ketika bicara soal pergeseran menuju substitusi impor, kita harus memastikan bahwa kesinambungan industrinya tetap terjaga,” kata Anies Baswedan dalam Dialog Capres dengan Kadin di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (11/01/2024).
Baca Juga
Ini Tiga Cara Anies Atasi Impor Bahan Baku Alat Kesehatan dan Farmasi
Langkah selanjutnya, menurut Anies Baswedan, adalah ekosistem industrinya perlu disiapkan agar tidak hanya menjadi pasar konsumsi, tapi juga menjadi sentra produksi global. Hal ini juga diharapkan muncul dalam kegiatan ekspor Indonesia.
Sementara itu, mengenai tingkat komponen dalam negeri (TKDN), Anies menilai perlu ditingkatkan secara bertahap. Peningkatan TKDN tidak bisa dilakukan secara mendadak dan dalam waktu singkat.
“Contohnya di sektor otomotif, kita mungkin bisa mencapai angka 70-75% gradually ke arah sana. Jika ekosistem industrinya terbentuk, harapannya nanti tingkat komponen dalam negerinya juga bisa meningkat secara gradual,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Anies menyebutkan, salah satu faktor yang perlu dikerjakan adalah mengundang lebih banyak pemain dunia untuk berinvestasi di Indonesia. Meski begitu, ia juga akan tetap merangkul pemain lokal dengan mewajibkan agar TKDN dalam semua kegiatan usaha dinaikkan.
“Ini PR sendiri. Ketika pelaku internasional masuk ke Indonesia, pertanyaan paling mendasar bagi mereka adalah soal regulasi, governance, iklim usaha, dan bagaimana pemerintah men-support, bukan merepotkan. Ini salah satu tantangan kita,” papar dia.
Baca Juga
Anies Baswedan Targetkan Tambah Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Sebagai orang yang pernah berada di dalam pemerintah daerah dan pemerintah pusat, kata Anies Baswedan, ia sangat merasakan tidak sinkronnya kebijakan di pusat, di provinsi, dan di kabupaten/kota.
“Dan bagi pelaku usaha, apalagi internasional, itu melelahkan yang luar biasa. Kalau tidak punya mitra lokal yang punya kekuatan biasanya menghadapi masalah tersendiri. Ini yang perlu kita bereskan sama-sama,” tandas Anies.

