Menteri Ara Resmi 'Cabut' Rencana Rumah Subsidi 18 Meter Persegi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) resmi membatalkan rencana memperkecil luas rumah subsidi menjadi 18 meter persegi.
Pembatalan rencana itu disampaikan Menteri PKP secara terbuka dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (10/7/2025).
"Soal rumah subsidi yang diperkecil, setelah mendengar begitu banyak sekali masukan termasuk teman-teman DPR Komisi V, maka saya sampaikan secara terbuka permohonan maaf dan saya cabut ide itu," kata Ara melalui pantauan youtube TV Parlemen, Jumat (11/7/2025).
Menurutnya, ide tersebut awalnya datang dengan tujuannya yang baik. Namun, memang tak semuanya bisa langsung diterima oleh publik.
"Tujuannya mungkin cukup baik tapi mungkin kami juga mesti belajar bahwa ide-ide di ranah publik harus lebih baik lagi," ujar Ara.
Menteri Ara juga menegaskan, dirinya sempat mempertimbangkan ide tersebut agar generasi muda di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta bisa memiliki rumah tapak di pusat kota.
"Jadi tujuannya sebenarnya cukup sederhana karena kami mendengar banyak sekali anak muda yang ingin tinggal di kota, tapi kalau tanahnya di kota mahal, jadi mau diperkecil," jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan, pemerintah masih membuka potensi terkait lokasi rumah berukuran minimal 18 meter persegi dan maksimal 30 meter persegi seperti yang tertulis dalam draf Keputusan Menteri PKP Nomor/KPTS/M/2025.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan, Sri Haryati menyampaikan, beleid tersebut masih digodok oleh timnya karena permintaan lokasi rumah minimalis dari para stakeholder, termasuk developer, cukup menimbulkan pro-kontra mengingat backlog perumahan tidak hanya di perkotaan melainkan juga di Kabupaten hingga Pedesaan.
“Jadi ini masih kita bahas, kita kemarin pernah ke Metropolitan yang batasannya itu 1 juta penduduk. Tapi kemarin ada masukan, ‘Kenapa sih dibatasi? Di daerah juga sebenarnya butuh yang begini (rumah ukuran minimalis)’. Makanya, masukan itu yang kontra ada tapi yang pro juga banyak loh,” ungkap Sri beberapa waktu lalu.

