Siasati Perang Tarif Trump, Kemendag Beberkan Strategi Berikut
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan penurunan nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat pasca diterapkannya tarif resiprokal oleh Presiden Donald Trump sebesar 32% untuk produk-produk Tanah Air.
Apalagi, menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, pasar ekspor Indonesia ke AS merupakan yang terbesar setelah China. Hal ini bisa memicu penurunan ekspor secara menyeluruh. "Jadi jangan kaget, kalau ekspor ke AS akan catatkan penurunan," ucap Fajarini saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025).
Baca Juga
Citi Indonesia Wanti-wanti Dampak Kebijakan Tarif Trump ke Ekonomi RI
Dia menyebutkan, segmen pasar AS berperan besar terhadap ekspor produk-produk Indonesia, karena negara tersebut didukung daya beli sangat besar. Kondisi ini membuat banyak negara di dunia tergantung ke pasar negara Paman Sam tersebut.
Meski kondisi global bergejolak, Fajarini mengungkapkan, Kemendag akan gencar memperluas akses pasar, apalagi Indonesia menganut perdagangan multilateral. Hal ini juga didukung dengan adanya sebanyak 17 perjanjian perdagangan Indonesia dengan negara mitra dagang.
Baca Juga
"Selain itu, kami pasti memiliki rencana lain, karena bagaimanapun masih banyak juga pasar ekspor selain Amerika yang bisa dioptimalkan," ungkapnya.
Saat ini, dia mengatakan, Kemendag tengah berupaya untuk membuka akses pasar non-tradisional, meski menghadapi banyak tantangan. "Nah, ini mungkin merupakan satu kesempatan, mau tidak mau kita pun juga sudah harus mulai melihat potensi pasar lain untuk kita mengembangkan ekspor kita," papar Fajarini.

