Siasati Tarif Trump 32%, Menteri Trenggono Incar Eropa Jadi Pasar Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, pihaknya akan mencari pasar ekspor baru untuk komoditas kelautan sebagai upaya menyiasati tarif resiprokal 32% yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
"Ya pertama harus membuka ruang pasar baru, alternatif yang kedua memperkuat pasar lokal," ucap Sakti Wahyu Trenggono saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2025).
Trenggono menjelaskan, beberapa pasar ekspor baru yang akan ditingkatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk produk kelautan dan perikanan adalah negara-negara di Asia serta Eropa.
Baca Juga
Respons Tarif Trump, KKP dan Kadin Genjot Daya Saing Produk Perikanan dan Cari Pasar Baru
Apalagi, menurut Trenggono, Indonesia telah menyelesaikan perundingan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa atau Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian tersebut dapat membuka akses pasar baru.
"Kami akan meningkatkan pasar ekspor ke Asia. Kalau UE kan kemarin Presiden sudah ke Brussels (memimpin penyelesaian perundingan IEU-CEPA)," tambah Menteri Trenggono.
Baca Juga
MA Putuskan Larangan Ekspor Pasir Laut, KKP Siap Revisi Aturan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga November 2024, AS masih menjadi negara utama tujuan ekspor produk perikanan Indonesia dengan nilai ekspor sebesar US$ 1,72 miliar.
Komoditas yang menjadi unggulan atau menduduki posisi tertinggi yang diekspor ke AS adalah udang senilai US$ 0,97 miliar (56,13%), disusul rajungan-kepiting US$ 0,31 miliar (17,86%), dan tuna-cakalang-tongkol US$ 0,21 miliar (12,28%).

