Konsumsi BBM Libur Lebaran Turun Imbas Banyaknya Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada periode libur Idulfitri atau Lebaran 2025 mengalami penurunan dibandingkan 2024.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebut, penurunan konsumsi BBM ini dikarenakan banyak masyarakat yang sudah beralih ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
“Konsumsi BBM kenapa turun? Salah satunya, misalkan naiknya (kendaraan) listrik," kata Dadan Kusdiana dalam penutupan Posko Nasional Sektor ESDM di kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga
Pasca Lebaran Harga BBM di Vivo turun, Pertamina, Shell, dan BP Stabil
Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro mengatakan, selama periode Posko Nasional Sektor ESDM pada 17 Maret-11 April 2025, BPH Migas dan Pertamina menyiapkan 125 terminal BPM, 7.746 SPBU, dan 70 DPPU, serta menyiapkan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand tinggi.
Dia menerangkan, dibandingkan dengan hari normal, peningkatan konsumsi harian BBM selama Ramadan-Idulfitri 2025 terjadi perbedaan pada gasolin (bensin) dengan kenaikan sebesar 7%, sedangkan untuk gasoil (diesel) adalah 19%.
"Namun, apabila dibandingkan dengan (libur Lebaran) 2024, secara umum mengalami penurunan. Dengan perincian, gasolin mengalami penurunan 6%, avtur penurunan 4%, kerosin mengalami penurunan 9%, dan sementara untuk penyaluran gasoil mengalami kenaikan 11%," papar Sentot.
Baca Juga
Bahlil Sebut Pasokan dan Kualitas BBM secara Nasional pada Libur Lebaran Bagus
Lebih lanjut dia menerangkan, penyaluran BBM tertinggi secara nasional pada produk gasolin, untuk arus mudik terjadi pada 29 Maret 2025 dengan kenaikan 25,68% dari penyaluran normal. Sedangkan arus balik terjadi pada 5 April 2025 dengan kenaikan 19,17% dari penyaluran normal.
Sementara itu, penyaluran BBM tertinggi pada produk avtur, untuk arus mudik pada 28 Maret 2025, yaitu kenaikan 11,99% dari penyaluran normal. Sedangkan untuk arus balik terjadi pada 7 April 2025 dengan kenaikan 14,41% dari penyaluran normal.

