Butuh Insentif Tambahan Agar Mobil Hybrid Bisa Dijual Lebih Murah
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy mengatakan, Toyota ingin masuk ke segmen yang lebih terjangkau dalam pemasaran mobil hybrid di Indonesia. Namun, ia menilai hal ini baru akan terwujud jika ada bantuan insentif dari pemerintah.
“Selanjutnya kita ingin masuk lagi ke segmen-segmen yang lebih terjangkau. Jadi sekarang hybrid itu, kalau Innova Hybrid average price-nya kira-kira Rp 500 jutaan, Yaris Cross di angka Rp 400 jutaan,” ucap Anton Jimmi Suwandy dalam acara Forum Future Investortrust, Rabu (29/11/2023).
Baca Juga
Pajak Barang Mewah Sudah Tidak Relevan di Kendaraan, Ini Kata Pengamat
Kendati demikian Anton menyebut, jika pemerintah memberikan insentif dan dukungan, sebagai contohnya dengan melokalisasi part-part dari mobil hybrid, termasuk baterainya, ia merasa besar kemungkinan mereka bisa akan masuk ke segmen yang lebih rendah lagi ke depannya.
Salah satu insentif tambahan yang bsia mendorong penurunan harga mobil hybrid adalah tambahan insentif perpajakan. Sejauh ini kata Anton, PKB dan BBNKB mobil hybrid diterapkan sama seperti mobil bermesin pembakaran internal, yakni 12,5% dan 1,75%, sehingga totalnya mencapai 14,25%. Sedangkan tarif PPnBM mencapai 6%.
Ia berharap, seperti yang sempat diwacanakan sebelumnya, tarif PKB dan BBNKB mobil hybrid bisa dipangkas menjadi masing-masing 7,5% dan 1,31%, sehingga totalnya mencapai 8,81%.
Sedangkan PPnBM mobil hybrid sempat pula diwacanakan dan diusulkan untuk diturunkan menjadi 0 persen atau minimal sama seperti LCGC sebesar 3%.
Baca Juga
APPI Yakin Insentif PPnBM Akan Dorong Penjualan Mobil Hybrid
Disampaikan Anton, dengan insentif tambahan dari pemerintah tersebut, harga mobil hybrid bisa mengalami penurunan harga.
Beberapa waktu lalu Kementerian Perindustrian juga sempat mengeluarkan rilis yang mengungkapkan jika skenario pemberian insentif perpajakan benar-benar diterapkan, akan bisa memangkas harga mobil hybrid hingga 8-11%.
Masih menurut Anton, saat ini memang dibutuhkan satu eksositem dan support dari pemerintah, termasuk menjadikan mobil hybrid ini sebagai prioritas dalam program penunjang penurunan emisi karbon oleh pemerintah. “Membaiknya pasar mobil hybrid di Tanah Air, juga akan mendukung proses transisi transportasi publik ke mobil listrik sepenuhnya,” ujar Anton.
Lebih lanjut Anton menjelaskan, Toyota memiliki concern dan komitmen yang sama dengan Pemerintah untuk mencapai carbon netral di tahun 2050. (CR-8)

