Perlu Penataan Ulang dan Perbaikan Tata Kelola PSN Infrastruktur
JAKARTA, investortrust.id – Pengamat Infrastruktur dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna menitipkan pesan pada Kabinet Merah Putih yang tengah mengkaji ulang (reviwe) 280 proyek strategis nasional (PSN) Infrastruktur era Kepresidenan Joko Widodo (Jokowi). Perlu penataan ulang dan perbaikan tata kelola PSN.
“Pertama, PSN (Infrastruktur) yang tidak berkembang perlu dievaluasi. Karena ini terkait juga dengan penetapan dan rencana bisnis yang dikembangkan,” kata Yayat saat dihubungi investortrust.id, Kamis (30/1/2025).
Ia menambahkan, pemerintah juga perlu menggenjot skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk menjadi pilar PSN Infrastruktur di era Kepresidenan Prabowo Subianto. “Kalau misalnya dia sudah berinvestasi dan tidak berkembang, tinggal dicarikan saja mitranya, masuklah celah-celah PSN jadi kolaborasi,” tambah Yayat.
Seiring dengan hasil lawatan Presiden Prabowo Subianto ke India beberapa waktu lalu, Yayat mengatakan, pemerintah RI perlu memetakan, menata ulang, dan memperbaiki tata kelola sejumlah PSN Infrastruktur untuk bisa menarik investor dari Negeri Bharat itu.
“Sekarang mau nggak India masuk kawasan PSN, mau berinvestasi tidak untuk kawasan industri atau hilirisasi. Jadi, saya kira pemetaannya penting dilakukan untuk meningkatkan performa kawasan. Sesudah evaluasi juga harus ada penegasan – dilanjutkan, dibenahi lagi, atau ditahan dulu perkembangan (PSN) selanjutnya,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Pemerintah India merespons positif undangan Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto kepada perusahaan-perusahaan India untuk berinvestasi di sektor infrastruktur. Disampaikan Menteri Urusan Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar di New Delhi, Minggu (26/1/2025), India berpeluang menindaklanjuti tawaran berinvestasi di infrastruktur pelabuhan dan bandara.
“Kemungkinannya adalah pada infrastruktur pelabuhan dan bandara, karena India memiliki perusahaan-perusahaan yang bergerak di bisnis infrastruktur itu,” kata Subrahmanyam Jaishankar beberapa waktu lalu.
Baca Juga
AHY Sebut Prabowo Ingin Evaluasi PSN, Termasuk di Kawasan PIK 2
Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan, pihaknya akan mengkaji 280 PSN era Kepresidenan Jokowi bersama tim khusus yang melibatkan Kemenko Perekonomian beserta kementerian teknis dan stakeholder lainnya.
“Kami tentu tidak bisa bekerja sendirian, akan terlibat dalam tim yang besar, untuk bisa menentukan proyek-proyek strategis nasional yang selama ini sudah direncanakan maupun sudah dijalankan,” kata AHY dalam seminar di Universitas Pertahanan Indonesia, Kabupaten Bogor, Selasa (28/1/2025) lalu.
Namun demikian, putra dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu tak merinci PSN mana saja yang akan diprioritaskan Kabinet Merah Putih dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Ini masih berjalan, tentunya tidak bisa disampaikan pada kesempatan ini, karena tentunya ini masih membutuhkan waktu untuk menilai mana saja yang masih bisa dilanjutkan on the track, mana juga yang perlu dikaji, mana yang perlu dilakukan adjustment, penyesuaian-penyesuaian,” ujar AHY.
Sebelumnya, AHY telah mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait pengkajian ulang PSN infrastruktur yang masih berlanjut sejak era Kepresidenan Jokowi.
“Arahan dari Bapak Presiden Prabowo dari list 280 sekian PSN kita harus cek satu per satu. Tidak hanya Kemenko Infrastruktur, tapi Kemenko Perekonomian dan kementerian terkait. Penentuan PSN di pemerintahan sebelumnya kita akan review dengan baik,” kata AHY beberapa waktu lalu di Bali.
Baca Juga

