Hadiri WEF 2025 di Davos, Magnum Estate Pertegas Komitmen Kembangkan Investasi Properti dan Pariwisata di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Magnum Estate International, pengembang realestat yang tengah berkembang di Indonesia, diundang menghadiri World Economic Forum (WEF) 2025 di Davos, Swiss. Kehadiran tersebut mempertegas komitmen perusahaan untuk berpartisipasi dan berkontribusi aktif dalam pengembangan investasi properti dan pariwisata di Indonesia.
EF 2025 merupakan yang kedua kalinya dihadiri Magnum Estate setelah pada 2024 ikut serta dalam forum ekonomi dunia bergengsi tersebut. “Kami mengundang para investor dan mitra strategis untuk dapat bergabung dalam perjalanan bisnis yang mengasyikkan di seluruh dunia,” kata Co-partner Magnum Estate International Andrejs Senkovs dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (29/1/2025).
Baca Juga
Hadiri Peluncuran KIT Batang, Magnum Estate Serius Berinvestasi di Indonesia
Dia melanjutkan bahwa Indonesia memiliki potensi investasi yang mengesankan, khususnya di sektor realestat, pembangunan berkelanjutan, dan industry konstruksi. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bahwa investor internasional terus menunjukkan peningkatan minat terhadap proyek investasi terutama realestat di Indonesia, khususnya di Bali dan Jakarta.
World Economic Forum 2025 berlangsung dari 20–24 Januari 2025. Pertemuan tahunan ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan politik dari seluruh dunia, juga para pakar dan jurnalis untuk mendiskusikan masalah penting terkait ekonomi global termasuk lingkungan dan kesehatan.
Indonesia mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain kunci dalam ekonomi global dengan menghadirkan delegasi besar di forum ekonomi dunia di Davos tersebut. Selama forum berlangsung, Paviliun Indonesia menyelenggarakan beragam sesi talkshow dan diskusi yang menampilkan perwakilan pemerintah tingkat tinggi.
Baca Juga
Pertumbuhan Emiten Properti 2025 Berlanjut, Begini Target Sahamnya mulai dari PANI hingga SMRA
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani dan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard dan Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya menyampaikan visi negara untuk Pembangunan dalam forum bergengsi itu.
Acara utama adalah presentasi berjudul “Memimpin Jalan: Jalan Menuju Visi Indonesia Emas 2045” yang membahas rencana pembangunan strategis Indonesia hingga 2045. Perhatian khusus diberikan pada topik “Indonesia sebagai Kekuatan Ekonomi yang Sedang Naik Daun di Indo-Pasifik” yang mengkaji prospek untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% di tengah ketegangan geopolitik global.
Aktif Berkontribusi
Magnum Estate adalah pengembang yang membangun properti mewah di lokasi strategis di Pulau Bali dan cukup aktif berpartisipasi dalam mempromosikan Indonesia di forum dan pameran internasional, seperti WEF Davos, MIPIM Cannes, MIPIM Hong Kong, UAE: AIM, IPS, dan lain-lain. Perusahaan ini juga diundang sebagai pakar pada Forum Duta Besar Indonesia dan Prancis untuk meningkatkan investasi Prancis di Indonesia.
Baca Juga
Cushman & Wakefield: Program 1 Juta Hunian Vertikal Berdampak Positif bagi Sektor Properti
“Kami menyediakan peluang investasi bagi investor dari seluruh dunia yang selaras dengan tradisi dan budaya di Indonesia terutama di Pulau Bali,” jelasnya.
Perseroan yang berdiri sejak tahun 2019 ini kini telah menjadi salah satu perusahaan pengembang terkemuka di Indonesia. Perusahaan sudah membangun 11 proyek properti premium dan berencana untuk meluncurkan 5 proyek property mewah pada 2025. Saat ini, Magnum Estate memiliki tim yang terdiri dari lebih dari 300 karyawan.

