KKP Ungkap Penyebab Konsumsi Protein Masyarakat Indonesia Masih Rendah
JAKARTA, investortrust.id - Jumlah protein yang dikonsumsi masyarakat Indonesia masih di bawah 100 gram per kapita, yakni 62,3 gram. Angka tadi menunjukan Indonesia tertinggal dengan sejumlah negara Asia, yakni di antaranya Thailand, Filipina, Myanmar, Malaysia, Vietnam hingga China.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Budi Sulistyo mengungkapkan, penyebab masih rendahnya konsumsi protein oleh masyarakat Indonesia salah satunya adalah disebabkan oleh pola makan.
Oleh sebab itu, Budi mendorong agar protein yang berasal dari ikan bisa menjadi salah satu menu untuk program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada lima tahun ke depan.
Baca Juga
KKP Ungkap Sudah Ada 5 Pengusaha yang Minat Bangun Pabrik Pengolahan Susu Ikan
“Ini kan diharapkan sudah menjadi satu pemicu momentum untuk meningkatkan itu, asupan proteinnya. Mungkin Karena juga di beberapa daerah kan kebutuhan dari kondisi ekonomi juga disini,” ucap Budi saat ditemui di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2024).
Untuk meningkatkan jumlah asupan protein masyarakat Indonesia selain program makanan bergizi gratis, Budi menyebutkan salah satu upayanya adalah dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis dengan akademisi, asosiasi dan kementerian atau lembaga.
Salah satunya adalah penandatangan kerja sama yang dilakukan oleh KKP dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Universitas Diponegoro (Undip).
Baca Juga
“Nah, sekarang tinggal kita semangat. Kita semangat untuk mewujudkan generasi emas seperti apa. Langkah-langkah kita apa? Produk utama kita kan sebenarnya ikan. Protein ikan sekarang yang menjadi satu, kita bicara tentang protein,” terang Budi.

