Mensesneg Ungkap Arahan Prabowo Setelah Swasembada Beras: Kejar Swasembada Protein!
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap pemerintah kini mengarahkan fokus baru dalam agenda ketahanan pangan nasional. Setelah berhasil mencapai swasembada beras, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan swasembada protein sebagai langkah lanjutan memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
"Kita harus mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan kita, karena yang berhasil baru di bidang beras. Kita ingin menuju keberhasilan komoditas pangan selain beras, termasuk protein," kata Prasetyo seusai mengikuti taklimat Presiden Prabowo dalam rapat kerja pemerintah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga
Kejar Swasembada Gula, Pemerintah Alokasikan Rp1,7 Triliun untuk Peremajaan Tebu
Ia menjelaskan, sumber protein berbasis kelautan menjadi salah satu fokus utama pemerintah ke depan. Menurutnya, potensi sektor maritim Indonesia sangat besar dan perlu dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat.
"Protein salah satunya adalah yang berbasis dari ikan, maka betapa pentingnya program-program prioritas kerja pemerintah di bidang kelautan dan maritim," paparnya.
Prasetyo juga mengungkapkan Prabowo memimpin langsung rapat kerja selama kurang lebih empat jam dengan melibatkan seluruh unsur eksekutif hingga level tertinggi birokrasi. Ia menyebut, forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan arah kebijakan pemerintahan setelah 1,5 tahun berjalan.
"Hari ini beliau memberikan pengarahan, sekaligus juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran unsur eksekutif dan pemerintahan karena selama 1,5 tahun ini telah banyak program-program pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka yang telah menunjukkan hasil-hasil yang cukup signifikan," katanya.
Baca Juga
Presiden Prabowo Komitmen Jaga Defisit APBN 3% dan Rasio Utang 40% pada 2026
Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja birokrasi agar lebih cepat, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat dengan kerja produktif, efisien dan kurangi kebocoran.
"Beliau menganggap penting untuk memberikan briefing, menyampaikan terima kasih, sekaligus menggugah dan memaparkan bahwa kita harus bersama-sama bekerja lebih giat lagi, lebih cepat lagi, lebih produktif lagi, lebih efisien lagi, kurangi kebocoran, dan seterusnya," ujarnya.

