Konsumsi Sorgum Pengganti Beras Masih Rendah, Ini Alasannya
JAKARTA, Investortrust.id - Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto mengakui konsumsi sorgum oleh masyarakat Indonesia masih kecil, yakni di bawah 5 kilogram per kapita.
"Hingga hari ini konsumsi kita untuk sorgum masih kecil ya, masih di bawah 5 kilogram per kapita," ucap Andriko saat menghadiri acara Millet Festival di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga
Dorong Sorgum Jadi Pengganti Beras, Bapanas: Kenyang Gak Harus Nasi
Padahal, menurut Andriko, di tengah perubahan iklim ekstrem yang terjadi sekarang ini, sorgum merupakan tanaman yang adaptif karena bisa tumbuh di lingkungan ekstrem sekalipun. Sehingga, bisa dijadikan sebagai alternatif pangan selain beras.
Kendati demikian, Andriko menyebutkan bahwa makanan pokok utama masyarakat Indonesia hingga saat ini masih terdapat pada beras atau nasi dikarenakan akses untuk mendapatkan beras masih lebih terjangkau dibandingkan sorgum itu sendiri.
"Beras menjadi dominasi, dapat diakses kapan saja, aksesnya bagus ketersediaannya bagus, sehingga (sorgum) mulai agak terpinggirkan," terangnya.
Baca Juga
Oleh karena itu, Andriko mengatakan yang bisa dilakukan Bapanas saat ini adalah kembali menggencarkan promosi, edukasi hingga kampanye terkait sorgum. Pasalnya Indonesia masih memiliki sumber daya lahan sehingga dapat menanam tanaman jenis serealia tersebut.
"Karena sebenarnya kita bisa menanam, tidak ada persoalan mengenai lahan. Tetapi yang mengonsumsi lebih mengarah kepada beras dan terigu makanya semakin terpinggirkan," ungkap Andriko.
"Kita angkat lagi bareng-bareng, semakin banyak komunitas-komunitas yang menggiatkan sorgum, sagu dan ubi kayu dan lain sebagainya," tandasnya. (CR-9)

