Investasi KEK Gresik Diproyeksi Capai US$ 6,7 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengungkapkan, dari capaian realisasi investasi KEK sejak 2012 hingga akhir Juni 2024 senilai Rp 205,2 triliun, KEK Gresik di Jawa Timur (Jatim) berkontribusi sebesar Rp 81 triliun dan diproyeksikan akan bertumbuh mencapai US$ 6,7 miliar dalam lima tahun mendatang.
“(KEK) Gresik ini capaian kumulatif investasinya sudah Rp 81 triliun sampai dengan akhir Juni 2024 ini, kemudian juga target lima tahun ke depan ini diharapkan bisa menambah lagi 6,7 miliar dolar (AS),” kata Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang di Sekretariat Dewan Nasional KEK, MNC Tower, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2024).
Sementara itu, Dewan Nasional KEK membidik realisasi investasi KEK sebesar Rp 78,1 triliun hingga akhir tahun 2024. Hingga semester I-2024, realisasi investasi KEK telah mencapai senilai Rp 31,4 triliun atau 40% dari target Rp 78,1 triliun.
“Untuk tahun ini kita sudah dari target sebesar Rp78 triliun, tahun ini sudah terkumpul Rp31,4 triliun atau sudah 40% dari target tahun ini,” kata Edwin.
Baca Juga
Dewan Nasional Bidik Realisasi Investasi KEK Sebesar Rp 78,1 Triliun hingga Akhir Tahun 2024
Adapun secara kumulatif sejak tahun 2012 hingga semester I-2024, lanjut Edwin, nilai realisasi investasi KEK yang tercatat mencapai Rp 205,2 triliun. Di mana, sekitar Rp 28,2 triliun atau 14% berasal dari para pengembang (developer) dan Rp 176,9 triliun atau 86% berasal dari 368 pelaku usaha.
Dewan Nasional KEK pun mencatatkan realisasi investasi KEK senilai Rp 205,2 triliun itu secara kumulatif telah menyerap tenaga kerja sebanyak 132.227 orang.
Plt Kepala Biro Investasi, Kerja Sama dan Komunikasi Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko manambahkan, secara komposisi investasi KEK didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) dibandingkan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
“Komposisi (antara) PMA dan PMDN, sekitar 71% itu PMA sisanya PMDN (29%),” ungkap Bambang.
Baca Juga
Kadin Kumpulkan Ratusan Asosiasi Susun Whitepaper Ekonomi buat Prabowo
Bambang juga menerangkan, modal asing utamanya paling banyak ditanam di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara. Di mana, KEK tersebut memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata dan logistik.
Berdasarkan catatan Dewan Nasional KEK, saat ini terdapat 22 KEK secara nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Puluhan KEK itu terdiri dari empat sektor utama yakni Industri (manufaktur), Pariwisata, Digital, dan tema jasa lainnya seperti maintenance, repair and overhaul (MRO).
